Day4: Di Suatu Hari

Di suatu hari di ruangan ini, ada gelak tawa yang kita buat bersama-sama dan akan jadi kenangan kita di masa tua

Di suatu hari di ruangan ini, ada teriakan keras yang kita sendiri sebenarnya tak ingin mengucapkannya dan tak pula mendengarnya

Di suatu hari di ruangan ini, ada remah-remah roti yang sengaja engkau tabur dan semut semut kecil yang menggelitiki kaki kita

Di suatu hari di ruangan ini,
tak ada lagi gelak tawa yang kita buat,
tak ada lagi teriakan yang tak ingin kita dengar,
dan tak ada lagi remah roti yang kau tabur

Yang ada hanyalah semut semut kecil yang membawa potongan-potongan ini ke dalam ingatan,
mencabik-cabiknya menjadi serpihan kenangan

Lalu kita larut dalam tawa yang bertaut mendung,
dalam tangisan yang mungkin tak berujung,
dalam kenangan yang tak ingin dilupakan.

Di suatu hari nanti…

Rumah Kita

Build a home with you is a heaven
Being with you is a miracle
Spend my life with you is a present
Having a baby is awesome

There are no words that could describe how I feel
Because we explain it by kissing and hugging

Then, God complete us with His love
The greatest love we had
the best story He made

Part 1 #untukmu

Aku membebaskanmu untuk menginjakkan kaki kemana kau mau,
Pulang jam berapapun kau suka,
Atau berteman dengan siapa saja…

Aku membebaskanmu untuk melakukan apa saja,
Ke tempat kerja jam berapapun kau ingin, dan tak bertanya
Untuk apa uang yang kau belanjakan?

Bukan, bukan aku tak peduli, tapi aku tak ingin menguasai kehidupanmu
Aku hanya ingin engkau menjadi dirimu sendiri, tanpa merasa terpenjara di duniamu
Galau katamu, cengeng ejekmu
Itulah aku yang mencoba mengerti egoismu
Maka mulailah kita beradu pendapat meributkan hal-hal kecil
Untuk pembenaran ego masing-masing

Sungguh, aku tak ingin jadi seperti yang kau ucapkan
Apalagi menyiakan waktu yang kita punya untuk saling berdiam kata
Yang perlu kita pahami adalah saat-saat untuk membahagiakan kita
Apakah sulit permintaanku? Hanya meminta sedikit masa dari waktu yang kau punya?
Namun, adakah engkau sedikit saja mengerti, sayang? Rumah bukan sekedar tempat singgah bermalam dan aku bukan hanya teman tidur!
Gunakan rasamu yang selalu kau agungkan! Di mana rasamu kini? Bahkan keberadaanmu pun aku tak tahu?