#Day6: Alasan Mengapa Saya Bermimpi Pergi ke Makasar

Kalau kalian punya kesempatan memilih satu tiket gratis ke penjuru Indonesia, kalian pilih ke mana?
Bali?
Sabang?
Merauke?
Raja Ampat?

Kalau saya bakalan milih ke Makasar, Sulawesi Selatan. Mengapa? Karena di sana banyak penulis-penulis hebat yang ingin saya temui.

Kenal Aan Mansyur @hurufkecil?
Mungkin yang belum kenal tapi sudah nonton film AADC2 (Ada Apa dengan Cinta 2) harus tahu kalau puisi yang ada di film itu karya Aan Mansyur, bahkan buku puisinya yang berjudul “Tidak Ada New York Hari Ini” dalam sekejap habis terjual dengan jumlah yang fantastis. Selain itu, Saya juga penasaran dengan perpustkaan yang dia kelola.

image

(Foto diambil dari @Gramedia)

Orang kedua yang mau saya temui di Makasar adalah Daeng Khrisna Pabichara @1bichara. Sudah pernah baca bukunya Daeng yang satu ini? Kalau belum kamu harus coba baca “Gadis Pakarena” atau buku barunya, “Natisha”. Saya selalu penasaran bagaimana dia bisa menulis cerita yang berunsur kedaerahan tetapi tidak terkesan membosankan. Pembaca ditarik perlahan untuk memahami adat satu daerah tanpa harus mengerutkan dahi. Hasilnya saya ga berhenti baca bukunya sampai selesai dalam sekali duduk.

image

Selanjutnya yang mau saya temui mungkin Kak Rendra Jakadilaga @therendra. Mengapa? Karena melalui dia saya banyak mengenal penulis penulis keren di Indonesia. Moderatornya Fiksimini Idol ini bikin saya secara tidak langsung berusaha lebih keras belajar menulis lagi dan lagi. Penasaran dengan Fiksimini? bisa ke akun @fiksimini

image

Terakhir, saya mau ke Makasar karena di sana banyak makanan enak.  Coto Makassar, Roti Maros, Jalangkote, Bassang, Kue Tori, Palubutung, Pisang Ijo, Sop Saudara dan Sop Konro. Hmmm penasaran pengin dicicip semua langsung dari asalnya. Selain itu mau menyaksikan tari tradisional, Tari Pakarena seperti yang ditulis dalam bukunya Daeng Khrisna. It must be an extraordinary dance at all!

The last but not the least, mau ke Pantai Losari. Yah, have fun ajah. Meski di sini juga ada pantai. Kayaknya kalo ke Makasar  belum ke sini, rasanya seperti belum sampai Makasar. Hehehe

Jadi, kalau kamu punya kesempatan memilih mau ke mana dan ketemu siapa?

*lebih lanjut tentang Makasar bisa baca di sini*

fiksimini

20 July 2013
RT @ara_damiril: DI KEDAI LENTERA – Aku berjanji berjumpa dengan Jono, jodohku di halaman terakhir.

19 July 2013
RT @ara_damiril: Kusentuh wajahnya. Dingin. Pasti sistem pemanas tubuhnya masih rusak.

9 May 2013
RT @ara_damiril: PENJUAL ES DOGER KELILING – “Lama ga kelihatan, Bang?” – “Iya, kemarin habis jualan di bumi”

7 January 2013
RT @ara_damiril: SURGA ATAU NERAKA? | Ayah dan Ibu melambai dari tempat yang berbeda.

27 October 2012
RT @ara_damiril: PACAR BARU | Aku bingung untuk menciumnya. Keluaran tahun ini diciptakan tanpa bibir.

14 July 2012
RT @ara_damiril: BARTER | ‘Siapa bilang kuno? Buktinya Ibu ditukar dengan satu kursi jabatan.’

27 June 2012
RT @ara_damiril: PROMOSI • “Didesain bisa disimpan di dalam kantong lho, Pak.” Tanpa basa-basi ku kantongi SPG itu lalu ku bawa pulang.

27 February 2012
RT @ara_damiril: MENGINTIP DARI BILIK BEBAS ASAP ROKOK • Tiba-tiba alarm kebakaran berbunyi. Sial! Aku ketahuan cemburu.

13 January 2012
RT @ara_damiril: PERUTNYA SEMAKIN MEMBUNCIT “Aku khawatir anak gadis kita hamil, Pa.” “Tenang, Ma. Biar Papa yang bertanggung jawab.”

10 December 2011
RT @ara_damiril: Kami terlelap berpeluk. Aku memimpikan selingkuhanku, istriku mengigau memanggil nama pemuda tetangga di ujung jalan

17 November 2011
RT @ara_damiril: BULAN TAK KUNJUNG DATANG • Ia khawatir, kekasihnya tak
tahu jalan pulang. Perutnya semakin membesar.

7 September 2011
RT @ara_damiril: SULAP | Disayatnya perlahan pergelangan tangannya. Tiba-tiba seseorang menekan tombol FAST FORWARD.

8 July 2011
RT @ara_damiril: TOLONG TEPATI JANJI | ‘Seminggu lagi kita bertemu. Bila terlewat, empat tahun lagi, Sayang.’