#Day9: Broken Vow, Book Review

image

Pertama kali buku ini berseliweran di timeline Stiletto Book (penerbit buku perempuan favorit saya), penasaran banget. Pasti bukunya bagus. Entah kenapa ketinggalan PO akhirnya malah beli belakangan (yang penting udah beli). Kebenaran suka dengan buku berbau adult romance, yang ceritanya biasanya seputar pra-wedding, before after married, yah pas aja sih buat yang udah nikah kaya saya.

Buku setebal 270 halaman ini dilahap habis dalam semalam. Selesai baca malah bikin baper dan ingat ama suami yang kebenaran waktu itu lagi dinas luar, kangen bro!

Ada tiga cerita dari tiga tokoh utama dalam buku ini, Nadya, Amara dan Irena.  Mereka bertiga dihadapkan pada permasalahan rumah tangga yang berbeda. Pada halaman awal buku, kamu akan bertemu dengan Nadya yang letih berkutat dengan pertanyaan “Kapan kawin?” You know lah ya rasanya menghadapi pertanyaan sejuta umat ini. Hingga akhirnya dia menikahi seorang pria yang sebenarnya tak pernah ia cintai.

Lalu Amara, sang Cinderella. Semua perempuan pasti sirik dengan kehidupannya, mau ini itu tinggal simsalabim langsung ada. Tapi cinta tak cukup sebatas harta karun kan? Dan Amara menyadarinya, ketika lelakinya masih saja terserang ‘penyakit yang sama’. Wabah terburuk bagi kehidupan rumah tangga dengan hadirnya orang dari masa lalu. Akankah Amara memaafkan sang pangeran?

Terakhir, Irena memiliki keluarga yang sepertinya menjadi dambaan semua wanita. Semua serba cukup dan bahagia. Hingga satu peristiwa mengubah seluruh rasa nyaman yang ada di keluarganya. Miris namun harus dihadapi.

Kisah tiga sahabat yang mengalir dan saling menyatu. Sahabat yang biasanya saling mengisi dan bahu membahu akhirnya kalah karena pikiran buruk masing-masing. Mereka memiliki masalah tersendiri yang sungguh menguras emosi. Penulis menceritakannya dengan porsi yang sesuai dan pemecahan masalah tidak tumpang tindih. Karakter ketiga tokoh juga bisa dituliskan dengan berbeda, hal yang cukup sulit biasanya bila berbicara tentang perempuan dan masalahnya dari tiga sisi yang berbeda.

Buku ini cukup memenuhi ekspektasi saya saat sebelum membelinya. Masalah yang disajikan sering kita saksikan dan alami di kehidupan sehari-hari. Cukup mengaduk emosi saya saat membacanya kala itu. Sebab beberapa masalah pasti pernah kita alami hanya dengan penyelesaian yang berbeda. Bagaimana kelanjutan kisah rumah tangga dari tiga sahabat di atas? Akankah keluarga mereka kembali harmonis atau sebaliknya? Bagaimana juga dengan persahabatan mereka bertiga yang sempat porak poranda? Baca sendiri ya… saya kasih tiga koma delapan bintang dari lima bintang buat buku ini.

Judul buku:  Broken Vow
Penulis: Yuris Afrizal
Penerbit: Stiletto Book

Advertisements

Resensi: Everlasting Love

Judul buku: Everlasting Love
Penulis : Alit Trisna Palupi, dkk
Penerbit : GagasMedia
Jumlah Halaman : viii + 232 hlm
Tahun Terbit : 2013

Buku ini merupakan kumpulan cerita mengenai pengalaman dan rasa menjadi seorang ibu baru. Bahagianya ketika pertamakali bertemu sang bayi, cemasnya menghadapi persalinan atau operasi cesar, sulitnya saat pemberian ASI dan MPASI, pola pengasuhan anak, dilema ibu bekerja, dan lain-lain.

Bahasa yang digunakan pun ringan, khas seperti seorang ibu yang mendongeng kepada putra putrinya. Beberapa kalimat juga diselipi bahasa asing sehari-hari. Semuanya dikemas dalam penuturan yang menarik.

Pertamakali saya menerima buku ini dari penerbit, saya langsung jatuh cinta melihat cover bukunya. Beberapa halaman juga memuat ilustrasi cerita dan quotation yang di-layout sedemikian cantiknya. Di tiap akhir tulisan, ada biodata penulis dilengkapi dengan foto bersama buah hati mereka.

Membaca kalimat demi kalimat kisah yang disampaikan pun mampu membuat saya, sebagai ibu dengan bayi tiga bulan, tersenyum bahkan terbahak membacanya karena mengalami hal yang sama.

Buku ini banyak menginspirasi dan memotivasi pembaca untuk menikmati peran sebagai seorang ibu dan menghargai semua perjuangan seorang ibu.

Jika anda tertarik membacanya, bisa dibeli di toko buku terdekat atau hubungi @GagasMedia

Resensi: Buku yang Kau Benci

Buku yang diresensi kali ini adalah buku fiksi yang diterbitkan melalui Nulisbuku.com di tahun 2013 berjumlahkan 189 halaman hitam putih.

Judulnya
“Buku yang Kau Benci” #AntologiBenci.

Berupa kumpulan cerpen dan puisi yang bertemakan benci. Buku ini ditulis keroyokan oleh beberapa orang penulis, salah satunya Kak Nina @noichi seorang dokter umum yang baru saja move on. #Lah

Hal yang unik dari buku ini adalah pembaca tidak akan menemukan kata ‘benci’ dalam setiap baris cerita pendek ataupun puisinya namun kata-kata yang digunakan para penulis mampu membuat pembaca ikut larut dalam kebencian yang memuncak bahkan terkadang jijik!

Hal yang menarik lainnya di buku ini, pembaca yang menyukai puisi akan banyak dimanjakan oleh penulis. Di setiap jeda pergantian judul baru cerpen, pembaca akan menemukan puisi yang juga bertemakan benci dan tentunya tanpa kata benci.

Hampir seutuhnya saya menyukai isi dari buku ini. Meskipun ada sedikit puisi dan cerpen yang kubaca sekilas karena terasa menjemukan tapi tak mengurangi minat untuk terus membacanya sebab cerita dan puisi lainnya sangatlah penuh emosi kebencian yang mampu membuat saya berucap “Bangsat!”

Jadi, menurut saya buku ini pas untuk dibaca bagi mereka yang mungkin bosan dengan manisnya gulali cinta karena memberikan nuansa yang jauh berbeda dari bahasa yang menye-menye.

Akhir kata, Hai, Kak Nina @noichil ! Ini resensi buku yang dijanjikan kemarin sebagai kompensasi setelah menang kuis berhadiahkan buku. Terima kasih sudah dipilih sebagai pemenang. ((Yee.. ↖(^▽^)↗ ))

n.b. ini resensi buku pertama yang aku tulis.

@ara_damiril