Day22: I’m (going to) mov(e)ing on

Beberapa hari eh hampir dua minggu ga nulis blog. Nge-draft dikit, stuck. Buka blog, nge-blank. Eaaa… ini efek galau ga ya? Galaunya bukan karena dia. Apalagi karena cinta. Tetapi gara-gara rumah baru. Mau pindahan kok ya tapi isinya ga keangkut semua? Bikin histeris sendiri. Pusing.

Sebentar, ini ngomongin pindah rumah yang mana? Ya, jadi ceritanya gini. Setelah bertahun-tahun nulis random di blog ini, saya mulai kepikiran punya domain sendiri. Apalagi setelah gabung di komunitas Blogger Bengkulu dan liat rata-rata temen udah punya domain pribadi, jadinya makin pengin deh… 🙂
Akhirnya hari jumat kemarin beli tuh domain. Awalnya mau apura.com eh udah ada yang beli. Jadi, setelah dipikirin berbulan-bulan eh semingguan deh, terlintas nama domain lain, yaitu katapura.com/apura dan ngerasa langsung OKE NIH! Terus dibelilah domainnya. Katanya nih bisa langsung mindahin isi blog yang lama ke domain, nyatanya tak seindah yang dibayangin, bray! Banyak istilah-istilah yang saya tak mengerti. Buta sama sekali. Baca manual dan nanya-nanya ke online support juga bikin bingung. Alhasil selama dua hari belajar sana sini, saya tetap ga berhasil pindah rumah. Padahal rumah barunya udah ada… 😦

Besok mau nanya temen yang ahli aja ah… minta beliau beresin semuanya. Mentok deh ama yang ginian. Menguras tenaga dan pikiran. Ujung-ujungnya ga nulis-nulis. Semoga proses pindahannya segera selesai ya, biar saya ga galau lagi. Hihihihi

Semangat menulis!

#Day19: Bulan, Embun, dan Kamu

Lagi mabuk puisi ini. Aduh, aduh… bawaannya pengin mengheningkan jiwa aja tiap dengar musikalisasinya yang dinyanyikan sama Manji.
Maaf ya kalau yang follow saya di beberapa akun medsos isinya cuma tetang puisi yang ini lagi dan lagi. Semoga ga bosan. Hahahaha…
Check this out, babe!
*semoga ga ada salah penulisan*

Bulan sembunyi di matamu.
Tiap-tiap membuka, malam
begitu cemerlang di hatiku.
Embun rimbun di bibirmu.
Tiap-tiap menganga, hening
meletus di jantungku.

Aku ingin bersepi-sepi, karena pada
tiap-tiap sepi kutemukan dirimu
lebih lama dari biasanya,
lebih senyap dari lepuh subuh,
lebih hening dari bening embun.

Tuhan, yang kamu cintai,
adalah yang secara rahasia
mengajariku cara mencintaimu

(Bulan, Embun, dan Kamu)

Pohon Duka Tumbuh di Matamu: Sehimpun Sajak Rindu
by Khrisna Pabichara

#Day 11: Media Sosial dan Alasan-alasan Saya Tetap Menggunakannya dari Perawan Sampai Punya Momongan

Sekarang udah ga zaman lagi kalo ga punya akun di media sosial, sebut saja yang masih ‘hidup’ dari dulu sampai sekarang, Facebook, Twitter, Path dan Instagram. Meskipun sudah bermunculan media sosial lainnya keempat media sosial tersebut biasanya masih dipakai oleh para pengguna dunia maya. Termasuk saya.

Ada beberapa alasan mengapa saya masih aktif menggunakan keempat media sosial tersebut,
1. Facebook
Sebenarnya saya sempat tak lagi menggunakan media sosial yang satu ini sejak awal menikah. Mengapa? Alasannya sederhana, sih saya udah pindah hati ke Twitter. 🙂 Alasan lainnya di akun Facebook saya terlalu banyak kenangan indah. Terlalu banyak status dan notes facebook yang galau dan foto-foto saya di sini terlalu cantik. *tolong sadarkan saya dari mimpi!*
Selain itu, sejak mainan Twitter, saya merasa di facebook terlalu ramai, seperti tak punya privasi karena hampir semua teman sekolah, kerja, mahasiswa, murid-murid, tumplek berteman di sini. Pembahasannya pun tak jauh-jauh dari hal-hal masa lalu, reunilah, mantan pacar lah, mantan calon lah #ups makanya saya hengkang dari media sosial yang satu ini. Tapi, masih ngintip-ngintip juga, sih… hahaha… Pokoknya jarang banget update status lagi atau nulis random di Facebook. Sampai akhirnya saya kembali aktif di sini karena saya mau ikutan lomba menulis di blog, yang biasanya pihak penyelenggara mewajibkan like fanspage tertentu sebagai syarat utama untuk ikut berpartisipasi dalam lomba menulis. Alasan baik lainnya di Facebook ada beberapa grup yang tak bisa saya tinggalkan untuk terus membaca postingannya, seperti grup ITMI, MFF, NB, KEB, KBB, RM, DD, SI, de el el… dimana semuanya penting demi meng-update ilmu pengetahuan dan spiritual saya. Maka, kembalilah saya ke media sosial yang ini… *ciri orang sulit move on*

2. Twitter
Dulu, alasan saya bikin akun twitter adalah mau ikutan quiz. Itupun ga menang. Ya boro boro mau menang, ikutan quiznya aja batal. 😀
Maka, mulailah saya bergerilya mencari akun yang asik untuk diikuti, mengamati satu persatu kicauan para sesepuh dan bertemulah saya dengan akun para selebritis Indonesia. Follow follow aja lah ya daripada timeline sepi. Uhuy, kok ya lama-lama baca timeline kayak nonton gosip. Akhirnya saya berhenti mengikuti akun para selebritis, meninggalkan satu, tiga akun seleb saja yang konten tweetnya ga melulu tentang party dan gosip. Salah satunya akun @duniamanji. Sering lihat kalo yang punya akun senang bikin fiksimini (fiksi dalam 140 karakter yang biasanya punya twist yang berbeda), terus saya pun stalking akunnya @fiksimini dan lihat ada yang namanya #fmidol dan baca beberapa retweet-an fiksimini yang menurut saya keren banget! Nah, saya follow juga tuh akun-akun yang menelurkan banyak fiksimini keren, hampir semua sesepuh saya follow (yang ga di-follow mungkin kelewatan). Saya pelajari diam-diam cara mereka menyampaikan ide. Saya iseng ikutan #fmidol (tanpa daftar jadi peserta) dan saya diketawain mas @therendra (host #fmidol). Dulu, dia balesin kira-kira gini, “Hahaha masih jauh, dear. Ikutan fiksimini yang biasa aja dulu, ya?” Saya langsung cengar cengir. Malu sendiri. Tapi, malah makin semangat naklukin akun @fiksimini dan ketika pertama kali fiksimini saya di-retweet rasanya kok kayak abis dilamar pacar yang bertahun-tahun ga jelas maunya apa. Setelah itu saya makin senang belajar nulis. Selain fiksimini saya juga mulai belajar nge-blog, bikin flash fiction, curcol as usually, temenan sama sesepuh fiksimini, merambat ke KEB (Kumpulan Emak-emak Blogger), Nulis Buku, ketemu akun para penulis kece, semuanya pure orang-orang baru. Rasanya seperti punya dunia baru, ga mentok bahas masalah yang dulu-dulu. I’m moving on, yeay! Makanya sampai sekarang saya masih sering stalking timeline, meskipun nulis fiksimininya jarang-jarang.

3. Path
Hanya karena Blackberry hadiah ulang tahun dari adik tersayang mulai error dan ga mampu lagi menemani saya setelah dia di-opname, mau tak mau saya move on ke android dan mulai mengenal Path. Awalnya sih saya mikir kalau setelah punya android saya bakalan lebih produktif nulis. Kenyataannya malah NOL besar, saya lebih kecanduan dengan Path. Mulanya pakai nama saya, ujung-ujungnya saya ganti pakai nama anak, sebab dipikir-pikir kalau saya upload foto narsis saya kayaknya udah kedaluwarsa deh. Mending foto sama videonya Andara, lebih unyu, kekinian dan semua orang suka. Betul, betul, betul?

4. Instagram
Yah, bikin akun di IG biar kekinian aja, biar bisa ikut kuis ini itu. Isinya juga cuma foto dan video Andara. Teman-temannya juga seputaran teman di Path. Toh, dua media sosial tersebut fungsinya juga mirip-mirip kan? Saya juga belum banyak pakai IG buat tujuan lain, kayak online shop atau promosi produk. Malah kedua media sosial ini bikin minat nulis saya menurun drastis. Positifnya sih memperbaiki kemampuan memotret dan edit video. Hehehe..

Nah, segitu dulu deh alasan saya masih pindah ke akun sana sini. Semoga ga bikin saya makin terlena dengan smartphone dan melupakan tugas wajib saya. Sip ya? Off gadget dulu ah…

*abis itu lima menit kemudian muncul lagi

Penghujung Ramadhan

“ASH-SHALAATU KHAIRUM MINAN-NAUUM…”
Suara azan subuh berkumandang, Ramadhan bergegas menuju masjid, berwudhu dan berdiri tepat di belakang imam masjid. Seperti biasa, di hari terakhir bulan puasa masjid semakin sepi penghuninya. Kata orang-orang, jemaah masjid berbondong-bondong hijrah ke pusat perbelanjaan. Entahlah, Ramadhan tidak tahu.

“Pak, apakah arti idul fitri?”
Ramadhan menanyakan hal yang sama setiap tahunnya.
“Idul fitri artinya hari kemenangan setelah sebulan penuh kita berpuasa. Hari kita bersuka cita. Hari di mana kita diharapkan kembali suci seperti baru lahir.” Jawaban yang kira-kira sama ia terima setiap tahunnya. Ramadhan tersenyum, berterimakasih lantas kembali ke petak kamarnya.

“Ini zakat fitrah, nak. Buat kamu”
“Apa arti zakat fitrah, Pak?”
“Zakat yang wajib dikeluarkan umat Islam baik laki-laki, perempuan, besar atau kecil, merdeka atau budak, tua dan muda, pada awal bulan ramadhan sampai menjelang idul fitri. Zakat fitrah dikeluarkan berupa makanan pokok  yang dibayarkan sebanyak 3,2 liter, atau 2,5 kg. Tujuan zakat fitrah adalah untuk membersihkan jiwa atau menyucikan diri dari dosa-dosanya dan memberikan makan bagi fakir miskin.” Terang sang Bapak. Ramadhan mengucapkan terima kasih, menutup pintu petak kamarnya.

“Ah, Tuhan. Besok semua kembali seperti dulu. Sebelas bulan yang tak sama seperti bulan ini. Masjid yang sepi, semakin sepi. Aku masih ingat setiap hari di bulan puasa, orang-orang bertarawih, membawa makanan untuk berbagi saat buka puasa, memuja-Mu lebih dari biasa, orang-orang kaya menyumbangkan uang mereka tanpa diminta, sungguh aku bahagia melihatnya. Tapi, bagaimana dengan aku? Bagaimana dengan fakir miskin lainnya? Yang puasa dua belas bulan lamanya? Kelaparan, kekurangan harta benda, yang tak bisa memberikan zakat fitrah untuk menyucikan dirinya?” Ramadhan meneteskan airmata. Menggarisi jejak airmata yang jatuh di buku hariannya.

Dibukanya kembali halaman awal di buku hariannya, sebuah tulisan tertoreh di sana,
“Ramadhan dan Lailatul Qadar, nama yang bagus sekali buat kalian, Nak. Kalian lahir tepat di sepuluh hari terakhir bulan ramadhan. Hari di mana kata orang-orang Lailatul Qadar turun. Itu mengapa kami memberi namamu dan saudara kembarmu, Ramadhan dan Lailatul Qadar.”

Ramadhan sejenak berhenti membaca, menarik nafas panjang dan melanjutkan bacaannya,

“Hari ini, tepat idul fitri, Nak. Kami tidak punya baju baru dari toko. Hanya pemberian orang-orang yang kasihan melihat kalian. Tak apa ya? Tahun depan pasti kami punya cukup uang untuk membeli baju baru”

“Hari ini Lailatul Qadar demamnya semakin tinggi. Sejak kemarin. Kami sangat khawatir. Ramadhan yang sehat ya, Nak. Semoga adikmu cepat sembuh.”

“Rasanya kami tak ingin menulis kembali di buku harian ini. Setelah hari itu, Lailatul Qadar anak kesayangan kami kembali pada-Nya. Ramadhan, jangan tinggalkan kami juga, Nak. Berhentilah menangis, masih ada kami temanmu bermain nanti. Seandainya kami punya cukup uang untuk membayar biaya rumah sakit, tentu adikmu masih bersama kita. Maafkan kami, Nak”

Ramadhan menangis tersedu, rasanya ia ingin protes pada Tuhan. Tulisan itu berhenti di sana. Tak pernah disambung lagi. Entah ke mana ayah, ibu? Ada yang bilang mereka berpisah. Ada yang berkisah mereka meninggal dunia karena sakit yang sama dengan yang diderita oleh Lailatul Qadar.

Sophie Mood Magic Lipstick: Lipstik Ajaib dengan Warna Menggoda dan Tahan Lama!

image

Sudah bukan rahasianya lagi kalau perempuan identik dengan lipstik. Bahkan bisa koleksi berbagai jenis dan warna lipstik. Mulai dari moisturizer lipstick, matte, warna merah merona, jingga, ungu, cokelat tua, maroon. Malahan terkadang disesuaikan dengan warna baju, sepatu, dan tas! Begitu detilnya seorang perempuan agar penampilan tampak menarik dan eye catching.

Kali ini Saya mau rekomendasikan lipstik matte yang tahan lama dengan harga yang sangat terjangkau. Saking banyak peminatnya, setiap produk ini ready stock selalu habis dalam waktu singkat. Yup! Sophie Mood Magic Lipstick. Lipstik ini diproduksi oleh PT. SOPHIE PARIS INDONESIA. Ada tiga varian warna lipstik, orange, kuning, dan ungu.

Menariknya, ketika dioleskan ke bibir warna lipstiknya akan berubah mengikuti mood kita. Kecenderungan warna lipstik ketika dioleskan di bibir biasanya untuk lipstik orange (Ref.SMML1) adalah merah terang, lipstik kuning (Ref.SMML2) lebih ke jingga, dan lipstik ungu (Ref.SMML3) akan jadi pink. Kalau masih ragu mau pilih yang mana, kamu bisa pilih versi mininya dengan warna lengkap. Tinggal pilih aja Sophie Mood Magic Mini Lipstick (Ref.SMMML) jadi kamu bisa cobain semua warna tanpa takut rugi dan sayang kalau udah beli lipstik ukuran standar tapi ga dipake!

image

Ref.SMMML

Nah, untuk harganya murah banget kok! Lipstik ukuran standar hanya seharga Rp. 29.900/pcs dan yang mini cukup bayar Rp. 24.900/paket. Kalau kamu punya kartu anggota Sophie, kamu bisa dapat diskon tiga puluh persen dari harga barang. Jadi, harga untuk lipstik ukuran standar hanya Rp. 21.000 dan lipstik mini Rp.17.500! Murah banget!!!

Soal kualitas tak perlu diragukan, sekali oles lipstiknya di pagi hari bisa tahan sampai sore. Makan, minum juga ga perlu khawatir lipstiknya habis. Pokoknya recommended banget buat harga yang cuma segitu! Yuk cuss meluncur ke BC Sophie terdekat atau beli online langsung di http://www.sophieparis.com.

DIA

Di suatu hari tanpa sengaja kita bertemu

Karena senyumnya, di sebuah warung makan mahasiswa di dekat kampus… Kopi hitam, rokok dan obrolan singkat dengan dosen pembimbingnya… sejak itu jadi sering ngopi di sana hanya untuk melihat DIA.

Makan siang bareng sahabat, ngobrol yang iya iya sama dosen pembimbing, tak pernah hiraukan lingkungan sekitar yang terkadang penuh asap rokok dan orang asing. Entah kenapa hari itu dikenalkan dengan DIA…

Aku yang pernah terluka, kembali mengenal cinta

Iya, semuanya sama… kecuali DIA…

Diduakan biasa, ditigakan lebih biasa, menduakan atau mentigakan juga biasa, selagi belum menjadi kita di hadapan DIA…

Hati ini kembali temukan cinta yang hilang, semua itu karena DIA

Hari ini harus dinyatakan
Harus…

DIA?
Sanggupkah sama-sama berjuang?

Oh, Tuhan kucinta DIA
Ku sayang DIA

DIA hanya tersenyum dan berlalu ketika mendengar semua tentang rasa

Maaf teman… Belum saatnya…

Rindu DIA
Inginkan DIA.

Tanpa kabar, tak terlihat di tempat biasa…  Berhari-hari, berbulan-bulan..

DIA terlihat di antara tumpukan buku perpustakaan, mengintip dari balik rak buku, tersenyum

Utukanlah rasa cinta di hatiku…
Hanya padanya, untuk DIA

Sekali lagi berbicara tentang rasa, berbisik melalui lembaran buku… Lagi-lagi DIA tersenyum namun, kali ini diakhiri dengan anggukan yang sungguh sempurna

DIA adalah jawaban dari segala doa

Jauh waktu berjalan kita lalui bersama

Sebulan, dua bulan, setahun, dua tahun, lima tahun terlewati…

Haruskah dilanjutkan? Sampai kapan seperti ini?

Betapa di setiap hari, kujatuh cinta padanya

Bibir yang sudah lama tak tersenyum dan mata yang basah, cukup sudah mari akhiri semuanya…

DIA yang akhirnya mengorbankan cita untuk cinta

Dicintai oleh DIA kumerasa sempurna
Semua itu karena DIA

Seremonial
Tawa riuh rendah
Mata yang haru dan basah
Senyum yang bahagia…

Oh, Tuhan, kucinta DIA
Kusayang DIA, rindu DIA
Inginkan DIA.

Dua tahun yang tak mudah,
Ia menangis keras membawa tawa,
Hapuskan pertanyaan bodoh yang terlontar dari bibir pendosa

Utuhkanlah, rasa cinta di hatiku
Hanya padanya, untuk DIA

DIA, pelengkap keluarga kecil yang bahagia

***

(A True Love Story inspired by Anji’s Single – DIA)
Pengalaman pribadi. Cerita singkat tentang pertemuan dengan DIA, mau bikin novelnya ga kelar-kelar. Jadi, ini kayak outline gitu… O:-)
Disarankan bacanya sambil dengarin single DIA, klik di DIA (Official video)

Install 6 Aplikasi ini di Smartphone Kamu Biar Makin Smart!

Hari gini buta internet? Jadul banget deh! Nenek-kakek aja udah bisa facebook-an, kirim email, browsing, atau nonton youtube. Bahkan anak batita aja udah bisa klik sini-klik sana di gadget punya mama papanya…
Yup! Sejak makin pinternya manusia, maka semua fasilitas disulap semudah mungkin untuk diakses lewat internet dan ponsel pintar. Eh, tapi pernah nemuin ga sih kalau terkadang yang pintar ponselnya aja, manusianya gak?
Nah, biar sebagai penggunanya kamu makin pinter berikut fasilitas di smartphone yang bisa kamu install dan gunakan sebagai pengasah bakat kamu biar ga mentok dengan kehidupan kamu yang gini-gini aja…

1. Blog
Penting buat asah bakat curhat kamu. Iya, daripada ribet bawa buku diary atau cari teman curhat yang biasanya ember, kamu bisa coba nulis di blog. Tinggal ketik-ketik di smartphone, bisa jadi draft atau dipublikasikan sekalian biar terkenal. Kamu bisa pilih platform blog apa aja, boleh yang gratisan atau yang berbayar. Contohnya nih yang umum dipake wordpress, blogspot, atau tumblr. Bahkan banyak loh para blogger yang menghasilkan uang hanya dari hobi nulis. Masa kamu ga mau?
Selain buat nulis, banyak juga para pengguna blog memanfaatkannya untuk membuat toko online loh.

2. Social Media (secukupnya)
Secukupnya aja ya, jangan kebanyakan karena survey membuktikan kalau media sosial bikin penggunanya jadi kecanduan, mager, dan punya penyakit kepo akut!
Gunakanlah media sosial yang mendukung bakat kamu, misalnya kalau kamu punya hobi fotografi, kamu bisa install Instagram atau Pinterest. Kalau kamu orang yang hemat, kamu bisa install twitter. Bahkan lewat twitter kamu bisa bikin novel hanya dalam 140 kata aja. Hemat waktu, hemat kertas, hemat kuota. Hemat banget kan?
Hebatnya lagi media sosial ini biasanya selalu digunakan untuk promosi bakat, ya bakat dagang, nulis, narsis, nyanyi, kampanye… dan para pengguna internet khususnya sosial media sepertinya selalu punya waktu untuk mengecek akun mereka. Jadi, kalau kamu punya media sosial jangan cuma buat nyinyirin orang lain atau pamer foto alay. Berkaryalah, agar dunia bisa melihat kemampuan dan bakatmu.

3. Editor Foto dan Video
Zaman sekarang smartphone udah canggih banget men, bisa ambil foto dengan ukuran sekian mega pixel dan video dengan durasi lamaaaa… ketimbang foto dan video kamu menuh-menuhin memory mending kamu pikirin dan bikin foto dan video yang punya nilai jual tinggi. Eh, gimana?
Contohnya nih, kamu pada tau meme kan? Nah, bikinnya simple toh, hanya kata-kata dan foto, tapi idenya yang mahal, men!
atau kamu bisa bikin video tutorial cara masak, cara pasang behel dalam 5 menit atau apa gitu yang bermanfaat, edit dikit terus share ke media sosial kamu dan… ngartis deh!
Boleh juga kamu bikin film pendek sederhana yang mengangkat cerita tentang kehidupan sehari-hari di sekitarmu atau buat berita singkat tentang kejadian yang kamu temui hari itu. Selain dipublikasikan ke media sosial, kamu juga bisa mengirimkan hasilnya ke stasiun televisi lokal atau nasional yang biasanya menerima video rekaman pemirsa. Nah, banyak peluang yang bisa kamu ciptakan kan?

4. Kamus Bahasa Asing
Apalagi buat yang masih pelajar atau suka belajar, install kamus bahasa asing bisa ngebantu kamu saat belajar dan sekaligus ngasah percaya diri kamu ketika ketemu makhluk asing. Siapa tau jodoh.. eaaaa… Lumayan banget kan bisa buka jasa penerjemah bareng.

5. Aplikasi Mobile Banking
Nah, buat yang punya bakat belanja online atau jualan online aplikasi yang ini bisa dibilang wajib kamu miliki. Tinggal klik, klik, klik, ok. Sampai deh barang pesanan kamu, ngalir uang ke rekening tanpa repot ngantre di bank. Biasanya aplikasi ini juga memudahkan kamu bayar tagihan, beli pulsa, cek saldo dan yang paling penting, jangan lupa rekeningnya diisi juga biar gendut jadi tetap bisa transaksi di mana dan kapan aja.

6. Aplikasi Transportasi Umum
Ga usah nunggu beli mobilnya dulu kalo mau naik alphard, apalagi nunggu punya pacar yang punya mobil mewah baru pacaran. Keburu mati muda! Tinggal install aja aplikasi transportasi online yang belakangan ini makin menjamur dan pacarin tuh sopirnya. Tinggal pilih deh mau jenis kendaraan mana. Life is so simple, right? Bahkan dengan aplikasi ini kamu bisa mengasah bakat formula 1 kamu dan dibayar pula!

So, gimana? Enam aplikasi tadi cukup bisa buat kamu makin smart dan eksis kan? Tinggal pilih aja yang paling cocok dengan kamu, semuanya juga boleh…. dan jangan lupa pilih jaringan internet yang sinyalnya strong biar kamu ga mati gaya karena kehilangan sinyal. Percuma dong punya smartphone canggih, tapi manusianya ga pinter milih provider internet yang memuaskan?

“Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Menulis Konten Viral “Digital Lifestyle” supported by Indihome.”

image

Gallery: Andara in Vacation

Hello, some days ago I visited my uncle in Jakarta and I met my cousins. These are some photos taken by mommy… check this out!

image

Yes, we are playing chess!

image

A perfect couple, right?

image

No, this is mine!

image

Mouth of chocolate

image

Hey! The fish are very good in swimming

image

Yeah, airport finally…
And that is my frozen microphone!

See ya!