#Day15: A.N.G.I.N Random

Niatnya nulis puisi. Eh, nulis puisi ga bisa dipaksakan ya ternyata. Sudah bermalam-malam mikir sambil tidur, ga juga kelar tuh puisi. Padahal judulnya sederhana, cuma lima huruf, A.N.G.I.N. Sama kayak C.I.N.T.A yang juga hanya lima huruf. Keduanya sama-sama punya huruf A, N, dan, I. Kok ya sulit nulisnya?

Lagi pengin curcol (lah biasanya juga curcol). Kok ya ga tau mau nulis apa ini? Mungkin faktor belum gajian. Ahahaha… Jadi otak ga encer karena kurang asupan. Random banget ini tulisan ya.. 😀

Emmm… sore ini panas. Terik. Lagi di rumah neknangnya Adis. Liatin Adis teriak teriak, lari lari, merengek rengek sama neknangnya. Barusan dibeliin permen kaki sama neknangnya. Adis mah seneng banget makan permen. Malah kalau ikut ke sekolah tujuannya cuma mau beli permen yupi. Iya, kami termasuk jarang beliin dia permen, es, cokelat, dan lain-lain. Soalnya ngaruh banget ke pola makan dia. Ujung-ujungnya malah ga mau makan nasi sama sekali. Pusing kan emaknya?

Ahahaha… tulisan ini ga nyambung ama judulnya. Biarinlah, lagi random. Lelah dedek, bang! 🙂

Nemenin Adis liatin temen-temennya main balon. Balonnya Adis udah dua yang pecah. Untung ga pake nangis. Jadi dia bediri aja liatin orang mainan balon. :p Diajak pulang ga mau. Digangguin orang nangis. Mau main di rumah neknangnya aja ga ada yang ngajakin main. Cuma ada neknang sama nenek. Neknang sibuk sendiri, neneknya tidur. Aunty dua-duanya lagi hangout hari mingguan. Aduh, aduh… tau gini tadi mending istirahat di rumah. #eehhh…
Atau ke pantai lagi, main air.

Nah, ngomongin main air di pantai. Baru jumat kemarin itu dia berani nyentuh ombak. Dulu dulu waktu diajak ke pantai, sempat trauma dianya. Hanya karena auntynya cemas. Jadi dia ikutan takut. Sampai jumat kemarin dia ngajakin ke pantai dan liat anak yang lebih kecil dari dia berani main ombak di pinggir pantai. Awalnya, diajakin turun dia ga mau. Eh, lama lama minta turun sendiri ke pinggir pantai dan ga mau pulang. Mukanya senang banget ketika air laut menyapu kakinya. Emaknya juga senang karena dia ga takut lagi. Meskipun saat air laut datang dia pegangannya kuat banget. Hihihihi…

Huah.. selamat hari minggu deh. Selamat ujung bulan. Besok gajian. Bakal ada angin sepoi sepoi. Selamat istirahat. Selamat random!

Advertisements

#Day12: Tolong, Nak! Ibumu Galau…

Saya sama Andara sejak dalam kandungan ke mana-mana selalu bareng, sampai DIA lahirpun Andara selalu dibawa kemanapun pergi. Kecuali untuk kasus-kasus tertentu seperti pelatihan guru yang memang tidak memungkinkan membawa anak serta. Padahal ke sekolahpun kadang Andara di bawa :D. Biasanya, sih pelatihan hanya dalam kota Bengkulu aja dan Andara pasti saya titipkan di tempat yang paling dekat dengan tempat pelatihan. Untungnya tempat pelatihan guru selama ini biasanya di LPMP (Lembaga Penjamin Mutu Pembelajaran) yang lokasinya dekat dengan rumah mama saya, kira-kira sepuluh menit sampai. Jadi, setiap kali pelatihan di jam istirahat bisa pulang sekadar untuk ngasih ASI atau MPASI. Capek dikit ga apa-apalah yang penting dua-duanya bisa jalan. Pun, ketika Andara sudah dua tahun, sudah bisa disapih. Saya tetap menyempatkan pulang liat dia, nyuapin makan atau sekedar peluk-peluk lepas kangen. Rasanya kok kalau pisah lama kangennya kebangetan? Hehehe…

Nah, cerita galaunya ketika di bulan puasa barusan saya mendapatkan informasi dari DisDikBud (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan) Kota Bengkulu kalau nama saya tercantum sebagai salah satu peserta pelatihan guru di ibukota. Lamanya pun lumayan bikin galau, sepuluh hari! Duh, rasanya langsung campur aduk, senang sekaligus khawatir. Gimana kalau suami ga ngizinin? Terus kalau suami ngizinin, gimana dengan Andara? Masa ditinggal? Awalnya, saya dan suami sepakat kalau Andara tetap saya ajak ke Jakarta, dengan catatan dia dititipkan di rumah kakak. Kakak sama istrinya sih ga keberatan dititipin, tapi yang ditakutin kalau Andara nangis nyari ibunya dan di rumah hanya ada istri kakak dan anaknya yang masih setahun enam bulan. Ditambah lagi istrinya sedang hamil muda, tentu ga bisa terlalu capek. Akhirnya kami diskusi lagi dengan membandingkan beberapa alternatif pilihan, yang pertama Andarw di ajak ke Jakarta dengan satu orang pengasuh menginap di hotel atau rumah penduduk di sekitar hotel. Kedua, Andara di ajak ke Jakarta dengan satu orang pengasuh dan menginap di rumah kakak. Ketiga, Andara tidak dibawa ke Jakarta. Masalahnya lagi untuk dibawa atau tidaknya Andara tetap saja dibutuhkan pengasuh. Sedangkan kami sudah tidak menggunakan pengasuh lagi sejak Andara usia satu tahun alias ketika ia sudah bisa jalan. Ditinggalkan saja berdua sama bapaknya ya ga mungkin karena bapaknya harus kerja, bahkan kadang lembur. Mau dititipkan ke rumah datuknya (papa saya) tempat dia biasa main kalau saya sekolah juga ga mungkin karena bertepatan dengan tanggal pelatihan tersebut datuk dan neneknya bulan madu ke-lima belas di Merauke. Tiket pun sudah dibeli dan jadwalnya sudah tidak bisa digeser lagi. Akhirnya alternatif terakhir dititipkan di rumah Neknangnya (papa mertua). Tetapi, keduanya pun masih bekerja kantoran sehinggga tidak mungkin setiap hari merhatiin Andara. Saya coba hubungi adik ipar yang bungsu, teman mainnya Andara (mereka kompak banget). Eh, dianya mau PKL ke luar kota di tanggal yang sama pula. Padahal, awalanya saya berinisiatif membawa mereka berdua ke Jakarta. Ah, jalan buntu lagi. Dipikir-pikir, akhirnya ada titik terang. Ada adik ipar satu lagi yang kebetulan sedang mudik dari kuliahnya di Jogja. Saya konfirmasi dong tanggal kepulangan dia ke Jogja. Alhamdulillah dia balik ke Jogja sekitar awal bulan agustus. Pas, dengan jadwal pelatihan yang hanya dari tanggal 15-24 Juli 2016. Hmm… galaunya lagi nih mau bawa mereka berdua ke Jakarta. Sedangkan di tanggal segitu arus balik dari mudik lebaran sedang tinggi. Pastilah harga tiketnya selangit. Mikir banget biaya tiket untuk dua orang PP pastilah sangat menguras tabungan yang ga seberapa. Belum lagi mikirin penginapan mereka, mau dibawa ke hotel ga kuat bayarnya sampai sepuluh hari, cari perumahan warga di sekitar hotel juga bukan perkara mudah, mau diinapkan di rumah kakakpun percuma kalau saya juga ga bisa PP dari rumahnya ke hotel. Bisa habis waktu di jalan. Antara Jakarta Barat dan Tangerang butuh waktu yang lumayan kalau ditempuh bolak balik.

Huhuhu… Setelah pertimbangan yang matang dan diskusi yang panjang dengan suami dan keluarga lainnya, sepertinya saya emang harus pisah sementara sama Andara. Artinya, saya ke Jakarta bareng rombongan aja tanpa Andara. Padahal DIA kalau dengar kata ‘Jakarta dan pesawat’ pastilah mau ikut. Benar aja ketika saya ngobrol santai dengan DIA, ngomongin masalah ibu yang mau ke sekolah naik pesawat ke Jakarta. Dia langsung merengek mau ikut. Ibunya ga dibolehin pergi ke mana-mana dan dia jadi lebih rewel serta manja lebih dari biasanya. Butuh waktu sekitar setengah bulan untuk meyakinkan dia kalau saya berangkat ke Jakarta untuk sekolah (belajar) bukan mau jalan-jalan ke mall seperti biasanya. Hingga di beberapa hari menjelang keberangkatan DIA mulai mengerti dan bertanya-tanya kapan ibunya mau sekolah di Jakarta dan naik pesawat? Kok ibu ga sekolah sekolah? Hahaha rasanya kok malah jadi aneh, ibunya seperti diusir biar pergi. Tapi bersyukur juga sih, jadi tenang mau ninggalin dia sama aunty, neknang, nenekneknang, dan bapaknya. Dia siap kalau ibunya sekolah di Jakarta, dia mau salaman ketika ibunya pamit pergi ke bandara, bahkan dia ngomong kalau mau ikut nganterin ibunya ke bandara dan janji ga bakal nangis. Hanya saja bapak ibunya yang khawatir kalau dia bakal nangis ketika di bandara liat ibunya ‘diculik’ rombongan guru. Padahal sebenernya saya pengin banget diantar DIA, peluk peluk DIA di bandara, di say good bye dan dikasih kiss bye sama DIA seperti  ketika bapaknya yang harus dinas luar. Ah, pokoknya baper deh. Ya sudahlah, akhirnya saya pamitan sama dia di rumah neknangnya aja. Anaknya karena udah sering dikasih tau kalau ibunya mau sekolah di Jakarta juga asik asik aja. Malah nonton televisi, kartun Upin Ipin. Pake acara ngakak lagi…

Heu.. ibu sekolah dulu ya, nak. Jadi anak pintar, makannya yang banyak, giginya disikat, mainannya disusun lagi kalau udah main, dan satu lagi tolong jaga bapak ya? Hahahaha…
Doain ibumu ya, Nak? Biar lulus pelatihan guru pembelajarnya, jadi perjuangan ninggalin kamu sepuluh hari ga sia-sia. Semangat! Sayang kalian berdua :*

n.b. happy wedding anniversary buat kita, Kekasih Terhebat akuh… tepat tanggal 15 Juli, lima tahun yang lalu… love you more, dear!

#Day7: Stop Obat-Obatan! Gunakan Lactacyd Baby untuk Masalah Kulit Bayimu

Sedari bayi Andara selalu bermasalah dengan kulit sensitifnya. Seringkali ia terkena biang keringat seperti bentol bentol merah kecil hampir di seluruh tubuhnya (Millaria Rubra). Paling banyak di sekitar leher, lipatan lengan, paha, dan lipatan-lipatan tubuh lainnya.

image

Maklumlah kami tinggal di Bengkulu, kota yang berudara cukup panas karena terletak di pinggiran pantai. Berbagai macam cara sudah dicoba agar biang keringatnya hilang, mulai dari memberikan bedak, salep, gonta ganti sabun bayi, mengganti baju sesering mungkin tapi tidak juga menyelesaikan masalah ini. Malah kulitnya jadi semakin kering dan biang keringatnya makin parah.

Sebagai ibu yang baru punya bayi, rasanya stres berat. Andara tidak nyaman tidur dan bermain, maunya digendong sambil diayun oleh ibunya. Padahal semakin sering digendong dalam udara panas, keringatnya akan meningkat dua kali lipat karena mendapat dua sumber panas dari suhu tubuh dan cuaca.
Belum lagi ketika dia terserang demam, maka bintik kecil ini akan lebih banyak lagi timbul di sekujur tubuhnya. Akhirnya kami memutuskan untuk berkonsultasi ke dokter dan dokter memberikan sirup, bedak dan salep racikan untuk mengurangi biang keringatnya. Hasilnya memang biang keringatnya berkurang, tetapi kemudian malah kambuh lagi ketika resep obatnya habis. Sedangkan untuk selalu memberikan obat-obatan pada bayi rasanya kok ga tega ya?

image

Akhirnya saya browsing di internet dan bertanya pada teman-teman yang sudah lebih berpengalaman. Banyak sekali saran yang saya terima, karena beberapa dari mereka menyarankan untuk menggunakan Lactacyd Baby maka saya pun berikhtiar untuk mencobanya. Alhamdulillah dalam beberapa hari penggunaan Lactacyd Baby ruam merahnya perlahan menghilang,  karena kandungan susu yang ada di dalamnya  kulit Andara pun menjadi lebih lembab dan halus bahkan ketombe yang terkadang muncul di kepalanya disebabkan campuran keringat dan udara panas juga menghilang. Wah, senang sekali rasanya bisa melihat Andara yang gempal dan aktif itu bermain tanpa khawatir nanti rewel karena gatal biang keringat. Pemakaiannya pun cukup simple, terkadang saya menggunakan Lactacyd Baby dengan mencampurkannya pada air mandi si kecil. Tetapi, dengan beranjaknya usia dia yang ga  mungkin lagi mandi di dalam bak mandi, sekarang saya lebih sering menggunakannya seperti sabun cair. Rasanya lebih praktis dibandingkan menggunakan salep yang masih harus dioleskan setelah dia mandi dan berulang-ulang. Terimakasih Lactacyd Baby sudah menemani baby Andara sampai diusia 32 bulannya.

image

Kulit sehat tanpa obat-obatan!

Finding Dory, Film yang Bikin Baper #Day1

“Kita mau ke mana, Bu?”
“Nonton bioskop”
“Film kukupanda (Kungfu Panda)?”
“Finding Dory, Adis. Nanti kita nonton sama Aunty Pi”
“Film apa?”
“Film ikan ikan”
“Ikan itu fish?”
“Iya. Finding Dory itu film ikan ikan. Ikan itu fish. Bener, pinter!”
“Besok Adis mau nonton kukupanda sama uncle ya Bu? Hari ini nonton film fish dulu”

Nah, gitu dramanya kalo ngajakin Andara ke bioskop. Entah kenapa DIA selalu ingat sama film Kungfu Panda yang ditontonnya sama uncle dan auntynya. Padahal setelah itu banyak film lain yang ia tonton, kayaknya berkesan sekali sama DIA.

Sebenarnya untuk urusan ke bioskop, biasanya yang ngajakin Andara ya aunty sama unclenya. Hampir semua film animasi mereka tonton. Ibu sama Bapaknya ya pacaran lagi. Hehehe…

Nah, pernah satu kali kita nyoba nonton bioskop bertiga. Filmnya Angry Bird 2. Senang dong Adis, soalnya jarang sekali nonton bareng bapak dan ibunya. Untung DIA ga rewel, nangis atau mau minta pulang seperti yang dikhawatirkan sebelumnya. Anaknya anteng banget, nonton sambil makan pop corn. Diajak ngobrol aja ga ngedip lagi. Sukses deh pokoknya acara nonton bioskop bareng.

Sip dong Adis sudah makin enak dibawa ke mana-mana. Nah, hari senin (20/06/2016) kemarin kita nonton bioskop lagi deh, Finding Dory. Kali ini cuma bertiga, Ibu, Adis, dan Aunty Pi. Bapaknya lagi lembur, sementara ibunya dapat rezeki liburan sekolah sebulan. Suntuk juga dong sebulan di rumah aja, makanya kita cari hiburan dengan biaya murah meriah.

Horeee! Film Finding Dory ini ceritanya bagus. Bikin baper. Ceritanya si Dory (ikan blu, kata Adis) teringat dengan orangtuanya dan ia memutuskan untuk mencari mereka. Ditemani Marlyn dan Nemo, mereka berpetualang. Namun, di tengah perjalanan mereka terpisah dan masing-masing memiliki cerita petualangan yang sungguh luar biasa. (Ntar kalau ditulis semua jadi spoiler)

Petualangan membawa mereka menemui teman-teman baru, ada gurita yang jagonya seperti Jackie Chan, ada si burung pembawa ember, ada si gendut singa laut dan teman-teman lama seperti si penyu berusia ratusan tahun, ikan paus yang cantik manja dan lain-lain.

Bagi saya, banyak hal mengharukan dari film ini, dimulai dari Dory yang terkenang ketika pertama kali ia terpisah dari orangtuanya sedangkan ia masih kecil dan sulit sekali mengingat apapun. Masih ingat kan di Film Finding Nemo bagaimana Dory seolah jadi badut lucu karena ia pelupa? Nah, di sini penyakit itu membuat ceritanya jadi mengharu biru. Dengan segala keterbatasannya Dory berusaha untuk terus bertahan hidup.

Ah, di tengah-tengah film Saya jadi melirik Andara. Bisakah ia nanti menghadapi dunia luar yang asing? Akankah ia menjadi seorang anak yang pemberani dan ceria seperti Dory? Ya, harapan saya begitu. Meski mungkin orangtuanya tak selalu bersamanya.

“Keep swimming, Dory!”
Berbuatlah sesuatu, kalahkan tantangan di hadapanmu. Tuhan selalu membantu dengan mengirim teman baik, saudara baru dan dunia yang indah. Apa yang dilakukan Dory ketika ia menghadapi kesulitan? Satu kuncinya, tidak menyerah. Hingga di akhir cerita, Dory akhirnya bertemu dengan orangtuanya di tempat terakhir mereka terpisah.

“Lihat! Kerang! Ada banyak kerang! Ikuti saja kerangnya dan kau akan dituntun kembali ke rumah.”

Ya, adalah orangtua yang selalu ingin hal terbaik untuk anaknya, adalah orangtua yang selalu ingin membantu anaknya dan merekalah orangtua yang sebenarnya, yang bersyukur dikaruniai kamu apa adanya, yang menuntun dan mengajarimu menjadi seorang dewasa. Mereka juga, orangtua yang menantimu di rumah tua mereka, menanti anak cucunya berkunjung dan berkumpul bersama…

“I see skies are blue, red roses too. I see they’re bloom for me and you and I think to myself, what a wonderful world”

Mau Daftarin Anak ke BPJS? Mudah, kok!

Sepagi ini sudah terjebak di macetnya antrian… BPJS! Iya, program kesehatan pemerintah yang lagi ngetop. Niatnya mau daftarin Andara. Lah, dia bukannya udah dua tahun? Iya, ibunya sibuk. Kebetulan anggota keluarga masuk ke daftar gaji ibunya semua. Jadilah ibu ibu rempong yang emang udah rempong ngurusin ini itu. Ckckckck…

Nah, cara untuk menambahkan anak di BPJS bagi emak yang PNS adalah,
° Ambil formulir BPJS, kemudian isi semua data. Kalau bingung ngisinya bisa tanya bagian informasi atau satpam BPJS yang tau segalanya. Hehehe… Biasanya petugas informasi bakal bantu formulir mana yang harus diisi, kalau dilihat judulnya yang udah saya lengkapi: Formulir Penambahan Anggota Keluarga Peserta Pekerja Penerima Upah BPJS Kesehatan. Kodenya Formulir 4B PPU.

Eh, tapi saran saya sebelum ngambil formulir mending lengkapin persyaratannya dulu,
° Foto copy daftar gaji
Bisa numpang copy sama bendahara gaji ya, satu lembar aja. Boleh dilegalisir atasan.
° Foto copy KP4
Itu loh surat keterangan untuk mendapatkan pembayaran tunjangan keluarga. Pastikan nama anak yang mau didaftarkan BPJS sudah tertera ya…
° Foto copy KK
Copy lah Kartu keluarga inti dengan formasi lengkap, bapak, ibu, dan anak..
° Foto copy Akte lahir anak
Tau ya, akte lahir… kalau belum ada bisa bikin dulu atau kalau baru lahir bisa pake surat keterangan lahir
° Foto copy surat nikah
Yang di copy surat nikah atas nama ibu dan suami ya, jangan surat nikah orang lain. Hihihi…
° Pas photo anak ukuran 3×4 cm
Kalau masih bayi atau belum sekolah, ga pake foto juga ga masalah…
° Foto copy SK Pegawai terakhir
Siap ya, tinggal copy aja SK Pangkat dan golongan terakhir…

Sip, kalau udah ada semua dan formulir sudah diisi jangan lupa ambil nomor antrian. Kalau ga mau terjebak macet seperti saya, datanglah sepagi mungkin agar dapat nomor antrian satu!
Oke, demikian caranya. Mudah kan? Ini juga nulis selama nunggu antrian, jadi satu artikel ini. Selamat ngantri! 😀

Andara: “Gue Gadis Cantik, Titik!”

“Maju, maju,  maju, maju, cantik cantik…
Mundur, mundur, mundur, mundur, cantik, cantik”

Itu kerjaannya Andara kalau udah di depan cermin, lenggak lenggok mirip model profesional, pokoknya mau ngapain aja Andara tetap cantik!

So, kali ini mau cerita tentang kecantikannya Andara. Sedari dulu baru lahir Andara selalu nangis sejadi-jadinya kalau dibilang jelek, maunya dipanggil gadis cantik. Hehehe… entah kenapa ya, pokoknya dia cantik, titik.

Bagi Ibu Bapaknya tentu saja Andara gadis paling cantik sedunia akhirat, lucu menggemaskan plus ngangenin. :*

Sewaktu usia satu tahunan ketika Andara baru belajar berbicara semua orang di sekitarnya dibilang cantik. Ibu cantik, nenek cantik, bapak cantik, datuk cantik…
Sekarang sudah bisa membedakan, kalau perempuan itu cantik, laki-laki ganteng, dan adek bayi sama berjenis-jenis hewan itu lucu.

Seringkali kata cantik ini jadi senjata orang-orang di sekelilingnya untuk membujuk Andara melakukan sesuatu. Misalnya nih,
“Sini sisir dulu rambutnya, nak. Biar cantik kaya Frozen, kayak Barbie…”
“Ayo, gadis cantik baju kotornya dimasukin ke keranjang baju”

Bahkan untuk urusan makan makanan yang kurang dia sukaipun kata yang satu ini bisa jadi mantera ampuh buat dia…
“Ga suka tauge sama cabainya, mau nasi gorengnya aja!”
“Lihat, nih. Ibu makan tauge sama cabainya, hmmm enak… tambah cantik kan Ibu makan tauge sama cabai? Adis mau?”
“Mau. Tambah cantik ya, Bu kalau makan tauge sama cabai?”
“Iya!” Penuh keyakinan.
Jeng! Jeng! Hilanglah sang picky-eater. Nasi, lauk pauk, cabai, tauge habis semua malah pake ritual minta tambah…

Sekarang dia udah dua tahun lebih beberapa bulan. Mulai mikir lagi, nih gimana caranya supaya Andara berhenti minum susu pakai botol. Aha! Lagi-lagi kata cantik adalah obatnya.
“Ibu mau dodot”
(Maksudnya minum susu pakai botol dot)
“Pakai gelas aja ya?”
“Pakai dot…”
“Pakai gelas aja ya… kalau minum susu pakai gelas nanti tambah cantik. Nih, abis minum pake gelas langsung senyum… (praktikin nyeruput air dari gelas terus senyum) cantik kan?”
“Kalau pakai dodot?”
“Nanti bibirnya maju maju kayak gini
(Praktikin lagi bibirnya ikan mujair yang megap-megap) cantik apa enggak?”
“Enggak. Minum susunya pakai gelas aja Bu? Ga usah pakai dodot? Nanti bibirnya maju?”
“Iya. Mau pake gelas?”
“Mau!”

Terakhir ngomongin wajahnya Andara, banyak yang bilang kalau dia mirip datuknya.
“Andara ini mirip sama datuk ya?”
“ENGGAK! Ga mau mirip sama datuk!”
“Ih, kan memang mirip!”
“ENGGAK! Adis nih mirip sama Ibu, cantik! Kalau datuk itu ganteng!”

Yes! You are absolutely beautiful, girl!

Gallery Anji I’m in Love

Halo! Jumpa lagi dengan ceritanya Andara. Kali ini mau cerita pas Andara nonton konsernya Anji sang ‘Oom Jerawat Rindu’. Seneng banget pas tau Anji alias Manji alias Oom Jerawat Rindu mau nyanyi di Hotel Santika Bengkulu tepatyeTnya tanggal 14 Februari 2016. Langsung deh kasih kode keras ama Bapak, kalau kita mau nonton tapi, sama Bapak belum ada jawaban waktu itu. Jadilah kita tidak membahasnya lagi karena juga sibuk persiapan nikahannya aunty ama uncle tanggal 12, 13 February. Tentu saja setelah semua prosesi akad dan resepsi selesai, kami kembali disibukkan dengan rumah dan piring kotor. Nah, pas lagi asik nyupir alias nyuci piring, aunty yang baru married bilang,
“Bu, kita nonton Anji yuk!”
“Mau!”
Akhirnya tiket dibeli untuk tujuh orang, Bapak, Ibu, Aunty and uncle just married, aunty vi, aunty dug, plus uncle cik. Andaranya gratis ga pake tiket. Hehehe….

Jam delapan p.m. kita udah di HSB. Udah makan dulu dong di rumah, biar irit. :p Ditunggu-tunggu, pintu masuknya belum jg dibuka, akhirnya kita malah foto-foto. Sekitar jam 9 p.m. sudah boleh naik ke lokasi ruangan tetapi belum disuruh masuk ruangan konsernya. Jadi, foto-foto lagi dong! Biar kekinian. Akhirnya pintu ruangan dibuka, *drumroll* dan ga liat satupun kursi di dalamnya. Mungkin konsepnya gitu kali ya. Oke, kita duduk aja deh di lantai yang berkarpet itu, ambil barisan paling depan. Ketimbang berdiri berjam-jam kan capeekkk… Alhasil penonton yang lainnya ikutan duduk. Untungnya di tengah acara, pihak HSB bagiin kursi buat duduk tapi, kita sih tetap ga geser dari karpet. 😀

image

1. Nah, ini lagi di lobby hotel, nunggu pintu masuk dibuk

image

a

2. Wefie dulu sebelum masuk ruangan konser Anji I’m in Love

Lagi asik nunggu Manji tampil sambil menikmati Band lokal, tiba-tiba ingat sama @Mardikarend. Kalo ga salah sering ikutan Manji ke mana-mana. Eh, bener aja, liat sosok yang mirip banget dan itu beneran dia. Hehehe… teman di Twitter yang akhirnya ketemu di alam ny

image

ata.

3. Nungguin Manji perform, eh liat yang ginian… (ditabok @mardikarend) tapi kita ketemu terus salaman ding! Nice to see you, bro!

Duh, ketemu @mardikarend aja udah senang. Tinggal nungguin Manji… Andara juga asik-asik aja nonton konsernya

image

4. Andara yang lagi seneng liat konser, fyi: yang mangku itu pengantin baru

Ternyata, Oom Jerawat Rindu-nya masih belum muncul juga. Nah, giliran bagi-bagi doorprize, kita dapat dua doorprize dari sponsor Honda dan Gramedia. Lumayan bingit B-)

image

5. Eaaa, dapet dua doorprize dari tujuh tiket masuk…

Akhirnya setelah dua penampilan band lokal, Manji muncul dengan lagu Tentang Rasa. Dilanjutkan dengan lagu berikutnya, berikutnya dan berikutnya sesuai dengan alur kisah yang Manji ceritakan. (Lupa urutannya :-P)

Single yang dinyanyikan selain Tentang Rasa, ada Katakanlah, Merindukanmu, LDR, Resah Tanpamu, Hingga Hari Tua, Jerawat Rindu, Bersama Bintang dan… dan…  lain-lain O:-)

image

6. Perform Manji… (teriak histeris)

Yuhu… ketika Oom Jerawat Rindu liat Andara, langsung deh dihampirin… Aaakkk… Emaknya yang melted, Andaranya biasa aja

image

7. Andara yang toss ama oom jerawat rindunya

image

8. Pipi Andara yang dipegang Manji, Ibu ama Ontinya yang histeris

image

9.  Andara sama Aunts dan Ibu

Eh, karena lagunya galau, Andara ketiduran. Wajar sih buat anak seusia dia, jam 11 p.m. pasti udah ngantuk. Padahal Manji nyanyiin spesial buat Andara. Nah, pas Manji mau bawain single Jerawat Rindu, Andaranya banguuun… 😀

image

10. Ketiduran di tengah acara, ga sadar kalau di kasih bunga ama Oom Jerawat Rindu

image

11. Manji udah buka coat-nya, kepanasan. Sini biar dilap keringetnya… 🙂 🙂

Selesai, konsernya selesai… Beneran bikin Anji I’m in Love

Dapat ginian dari Manji dan Andara selalu kebagian semua yang dibagiin Oom Jerawat Rindu

image

12. Hasil nonton Manji, semuanya buat Andara. Yeay!

Thanks to Anji ‘Oom Jerawat Rindu’, aunty and uncle ‘just married’, Bapak, Ibu, Anti dug, Anti pi, dan uncle cik. Andara

Jerawat Rindunya Andara

She is two years old now!
She loves dancing, singing or lip sync-ing :p
Ribet ah sok nginggris, makannya juga masih nasi… bukan keju…
****

Iya, kalau kemarin ceritain pengalaman dia pergi ke tradisional market, hari ini mau ceritain jerawat rindunya dia.
Nah, loh… kecil-kecil udah jerawatan… punya pacar ya, Andara? Gak! Itu benar satu dari lagu favoritnya dia. (Sebenarnya sih, nih, ya, itu gara-gara ibunya yang sering nyanyi random dengan suara cempreng pas-pasan. Ga tau kenapa sejak punya Andara jadi suka nyanyi)
***

Swear! Nanti kalau udah punya anak, banyak banget hal yang berubah dari diri seorang perempuan. Selain bentuk fisik yang mungkin jadi agak gendutan, kurusan, cantikan, jerawatan, prilaku dan kebiasaan juga berubah mengikuti “term and condition”

Mulai dari tidur yang ga teratur karena si kecil rewel, makan yang kebanyakan karena prinsip dibuang sayang, sampai yang dulunya pendiam kayak saya jadi cerewet ga ketulungan, ngitung uang belanja juga jadinya teliti bingit… tapi tetep sih liat discount ya belanjaaaa!
***

Hihihi… ngelantur ke mana-mana. Balik ke jerawat rindunya Andara. Mungkin sudah pada tahu dong lagu dengan judul Jerawat Rindu itu siapa penyanyinya? Yup, Manjinya S.O.N liriknya gini nih…

Banyak orang bilang bila di wajahmu tumbuh jerawat itu tandanya rindu
Bila setiap kali datang rindu selalu tumbuh jerawat, maka matilah aku
Saat rindu datang menyerang dengan sangat kuat hati rasanya ngilu
Bila rindu datang membuat diriku jadi patah semangat
Obatnya cuma kamu
Karena rasa rindu dariku untukmu begitu besarnya begitu hebatnya…

Hayooo pada ikutan nyanyi?
Asik sih lagunya, kita sering nyanyi-nyanyi di mobil, pergi dan pulang sekolah. Andara nyanyi tiap ujung kalimatnya aja, sisanya ibunya yang ngos-ngosan karena bisa sampai lima kali ulang…

Saking senangnya sama ini lagu, dia bisa request tiap hari dari ibunya. Padahal ini kan lagu dewasa ya? Hehehe *getok emaknya yang udah nularin virus*

Nah, unyunya lagi si Andara jadi perhatian banget ama jerawat ibunya yang muncul satu di pipi atau yang keroyokan di kening. Apalagi kalau liat ibunya sibuk sama obat jerawat, dia bakalan ikutan ngaca nyariin jerawat di mukanya.

Sama orang lain juga, tiap liat ada orang yang mukanya ada sesuatu pasti dia nanya, “Itu jerawat rindu abang, ya?” atau  “Nenek jerawat rindu mana?” Bisa juga pertanyaannya jadi gini “Itu jerawat rindunya siapa?” sambil nunjuk jerawat di muka.

Super unyunya sih akibat dari lagu ini yaitu waktu lagi ngobrol sama Andara kek gini…
“Andara, makan apa?”
“Cokelat”
“Enak cokelatnya?”
“Enak, manis. Ibu mau? Ga mau ya? Nanti sakit gigi”
“Iya, ga mau ibu. Apa rasa cokelatnya?”
“Rasa rindu”
(Bengong sesaat)
Terus ngakak geli…
Itu pasti gara-gara bait yang ini …karena rasa rindu dariku untukmu…

Yah, akhirnya sekarang tiap kali ditanya rasa makanan jawabnya rasa rindu! 🙂 ;-D

Andara and Fish

Few month ago before Andara got two, i took her to the traditional market to buy some daily food. We saw many people there. Some of them sold vegetables, fruits, clothes, meats, and fish.

We walked along the road to buy some vegetables and fish. Andara looked so happy, she asked me many questions by using her limited vocabularies.

When we reached at the fish seller, she was really excited. She keep talking and asking. “Wow, there are many fishes!” or “What fish is that?” and “Whoa, the fish is swimming!” and when she watched some fishes which were just out of the pool she suddenly said “Mom, look! The fish is singing!”

At that time, I little bit confused. ‘What? A singing fish?’ and then I rememberred that we loved to lip sync some songs. Yeah, you know it. Pretending that we are the singer, but in fact we just imitating the real one by opening our mouth without any sound.

“You are right, girl! The fish is singing. What song is it? Can you hear that?” I stimulated her to talk.

“Emm… Frozen! Let it go… Let it go…” she started singing and I just smiling at her. Really love you my little angel…. 🙂