#Day7: Stop Obat-Obatan! Gunakan Lactacyd Baby untuk Masalah Kulit Bayimu

Sedari bayi Andara selalu bermasalah dengan kulit sensitifnya. Seringkali ia terkena biang keringat seperti bentol bentol merah kecil hampir di seluruh tubuhnya (Millaria Rubra). Paling banyak di sekitar leher, lipatan lengan, paha, dan lipatan-lipatan tubuh lainnya.

image

Maklumlah kami tinggal di Bengkulu, kota yang berudara cukup panas karena terletak di pinggiran pantai. Berbagai macam cara sudah dicoba agar biang keringatnya hilang, mulai dari memberikan bedak, salep, gonta ganti sabun bayi, mengganti baju sesering mungkin tapi tidak juga menyelesaikan masalah ini. Malah kulitnya jadi semakin kering dan biang keringatnya makin parah.

Sebagai ibu yang baru punya bayi, rasanya stres berat. Andara tidak nyaman tidur dan bermain, maunya digendong sambil diayun oleh ibunya. Padahal semakin sering digendong dalam udara panas, keringatnya akan meningkat dua kali lipat karena mendapat dua sumber panas dari suhu tubuh dan cuaca.
Belum lagi ketika dia terserang demam, maka bintik kecil ini akan lebih banyak lagi timbul di sekujur tubuhnya. Akhirnya kami memutuskan untuk berkonsultasi ke dokter dan dokter memberikan sirup, bedak dan salep racikan untuk mengurangi biang keringatnya. Hasilnya memang biang keringatnya berkurang, tetapi kemudian malah kambuh lagi ketika resep obatnya habis. Sedangkan untuk selalu memberikan obat-obatan pada bayi rasanya kok ga tega ya?

image

Akhirnya saya browsing di internet dan bertanya pada teman-teman yang sudah lebih berpengalaman. Banyak sekali saran yang saya terima, karena beberapa dari mereka menyarankan untuk menggunakan Lactacyd Baby maka saya pun berikhtiar untuk mencobanya. Alhamdulillah dalam beberapa hari penggunaan Lactacyd Baby ruam merahnya perlahan menghilang,  karena kandungan susu yang ada di dalamnya  kulit Andara pun menjadi lebih lembab dan halus bahkan ketombe yang terkadang muncul di kepalanya disebabkan campuran keringat dan udara panas juga menghilang. Wah, senang sekali rasanya bisa melihat Andara yang gempal dan aktif itu bermain tanpa khawatir nanti rewel karena gatal biang keringat. Pemakaiannya pun cukup simple, terkadang saya menggunakan Lactacyd Baby dengan mencampurkannya pada air mandi si kecil. Tetapi, dengan beranjaknya usia dia yang ga  mungkin lagi mandi di dalam bak mandi, sekarang saya lebih sering menggunakannya seperti sabun cair. Rasanya lebih praktis dibandingkan menggunakan salep yang masih harus dioleskan setelah dia mandi dan berulang-ulang. Terimakasih Lactacyd Baby sudah menemani baby Andara sampai diusia 32 bulannya.

image

Kulit sehat tanpa obat-obatan!

#Day6: Alasan Mengapa Saya Bermimpi Pergi ke Makasar

Kalau kalian punya kesempatan memilih satu tiket gratis ke penjuru Indonesia, kalian pilih ke mana?
Bali?
Sabang?
Merauke?
Raja Ampat?

Kalau saya bakalan milih ke Makasar, Sulawesi Selatan. Mengapa? Karena di sana banyak penulis-penulis hebat yang ingin saya temui.

Kenal Aan Mansyur @hurufkecil?
Mungkin yang belum kenal tapi sudah nonton film AADC2 (Ada Apa dengan Cinta 2) harus tahu kalau puisi yang ada di film itu karya Aan Mansyur, bahkan buku puisinya yang berjudul “Tidak Ada New York Hari Ini” dalam sekejap habis terjual dengan jumlah yang fantastis. Selain itu, Saya juga penasaran dengan perpustkaan yang dia kelola.

image

(Foto diambil dari @Gramedia)

Orang kedua yang mau saya temui di Makasar adalah Daeng Khrisna Pabichara @1bichara. Sudah pernah baca bukunya Daeng yang satu ini? Kalau belum kamu harus coba baca “Gadis Pakarena” atau buku barunya, “Natisha”. Saya selalu penasaran bagaimana dia bisa menulis cerita yang berunsur kedaerahan tetapi tidak terkesan membosankan. Pembaca ditarik perlahan untuk memahami adat satu daerah tanpa harus mengerutkan dahi. Hasilnya saya ga berhenti baca bukunya sampai selesai dalam sekali duduk.

image

Selanjutnya yang mau saya temui mungkin Kak Rendra Jakadilaga @therendra. Mengapa? Karena melalui dia saya banyak mengenal penulis penulis keren di Indonesia. Moderatornya Fiksimini Idol ini bikin saya secara tidak langsung berusaha lebih keras belajar menulis lagi dan lagi. Penasaran dengan Fiksimini? bisa ke akun @fiksimini

image

Terakhir, saya mau ke Makasar karena di sana banyak makanan enak.  Coto Makassar, Roti Maros, Jalangkote, Bassang, Kue Tori, Palubutung, Pisang Ijo, Sop Saudara dan Sop Konro. Hmmm penasaran pengin dicicip semua langsung dari asalnya. Selain itu mau menyaksikan tari tradisional, Tari Pakarena seperti yang ditulis dalam bukunya Daeng Khrisna. It must be an extraordinary dance at all!

The last but not the least, mau ke Pantai Losari. Yah, have fun ajah. Meski di sini juga ada pantai. Kayaknya kalo ke Makasar  belum ke sini, rasanya seperti belum sampai Makasar. Hehehe

Jadi, kalau kamu punya kesempatan memilih mau ke mana dan ketemu siapa?

*lebih lanjut tentang Makasar bisa baca di sini*

#Day5 Minggu Seru: Kompasiana Nangkring Bersama BKKBN

Tetiba saya terdampar di sini, wuzzz… acara sejenis workshop atau talkshow gitu yang diselenggarakan pada hari minggu, 26 Juni 2016 di Grage Hotel Bengkulu. Kebenaran masih dapat rezeki ikut ginian, free  dan dapat ilmu parenting super keren dari tim BKKBN dan Kompasiana. Peserta acara ini terdiri dari blogger Bengkulu, remaja GenRe, dan media cetak serta tv lokal. Inti acaranya bagaimana membangun keluarga terencana. Momentumnya diambil dari kasus YY yang kemarin sempat blow up di media sosial dan blog, di mana banyak sekali yang menulis dan membicarakan tentang kasus pemerkosaan dan pembunuhan oleh belasan remaja ini. Banyak yang saling menghujat, menyalahkan dan menghakimi baik kepada korban maupun pelaku dan keluarga mereka. Padahal seharusnya kita bisa memberi atau memaparkan solusi yang sekiranya tepat untuk mengurangi dan mencegah kejadian ini terjadi kembali. Tentu saja solusi tersebut harus sesuai dengan kondisi lingkungan dan karakter masyarakat masing-masing di wilayah Indonesia Raya ini, MERDEKA!

Nah, jadi di acara ini dikupas satu persatu pake sembilu tips, cara dan solusi yang sekiranya bisa diaplikasikan oleh masyarakat pada umumnya dan keluarga pada intinya. Hal penting yang saya dapat bagikan sedikit di sini mengenai Keluarga Terencana yang sering sekali disebut-sebut oleh kedua narasumber, Pak Hadi dan Pak Abidin.

Mengapa perlu mewujudkan Keluarga Terencana?
Sebagaimana yang kita ketahui, akhir-akhir ini banyak sekali peristiwa sadis yang terjadi di sekitar kita. Salah satunya kasus YY,  juga puluhan mungkin ratusan dan ribuan kasus lain serupa yang tidak sampai ke media. Miris rasanya ketika melihat di televisi bagaimana seorang bapak tega menyakiti buah hatinya sendiri, anak yang melakukan perbuatan kriminal, suami istri yang saling serang, bunuh diri, atau aborsi oleh para belia. Rasanya demikian kejamnya dunia di luar sana. Tampak ada sebuah ketidaksiapan mental dari individu masing masing anggota keluarga dalam menghadapi berbagai masalah di rumah tangga. Ketidaksiapan ayah memimpin keluarga, mencari nafkah lahir batin untuk istri dan anak. Ketidaksiapan istri untuk memiliki buah hati dan mengurusnya dengan baik, sehingga akibatnya anak memiliki karakter yang tak baik. Berdasarkan hal-hal inilah maka perlu dibangun Keluarga Terencana yang tentu saja harus dipersiapkan dengan matang, bukan asal kawin terus beranak dan selesai.

Lantas bagaimana Keluarga Terencana ini bisa terwujud?
Berikut saya bagikan sedikit tipsnya,
1. Rencanakan usia berapa akan menikah. Hindari menikah di usia dini atau menikah karena keadaan terpaksa. MBA (married by accident) misalnya, yaitu istilah yang dari dulu sudah dikenal untuk menjelaskan mengenai pernikahan yang terjadi karena pihak perempuan hamil sebelum nikah. Menikah tak hanya soal cinta yang terselubung nafsu. Perlu ada komitmen yang kuat, mental yang dewasa dan pendapatan yang cukup untuk bekal mengarunginya.
2. Rencanakan jumlah anak dan atur jarak kehamilan. Pasangan yang siap menikah tentu punya peta rencana pemikiran sendiri, kapan mau punya anak, bagaimana pola asuh, kapan memiliki anak kedua, di mana anak bersekolah, dan seterusnya. Seperti yang dikatakan dalam talkshow ini, “Sepasang suami istri sebaiknya hanya memiliki satu balita dalam keluarga mereka” artinya dengan cara ini, pasangan suami istri diharapkan dapat memberikan kasih sayang yang cukup dalam masa perkembangan golden age sang anak, di mana usia 0-5 tahun adalah usia yang paling tepat untuk memberikan teladan yang baik bagi anak. “Usia ini adalah masa yang paling tepat bagi anak untuk mengetahui dasar prilaku yang baik dan membedakan antara sifat baik dan buruk” ucap narasumber lagi.
3. Pahami peran atau fungsi masing masing anggota keluarga. Sesibuk-sibuknya seorang ayah mencari nafkah, sempatkanlah berkomunikasi kepada semua anggota keluarga. Tentukan waktu sharing dalam keluarga. Jangan sampai keluarga yang menunggu di rumah hanya mendapatkan sisa energi negatif dari sang kepala keluarga. Aturlah jam kerja ayah, sehingga tak lembur setiap hari atau nongkrong bareng teman hingga tak kenal waktu. Kewajiban seorang ayah lah untuk menjamin kesejahteraan keluarga, serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi keluarga. Bila sang kepala keluarga tetap mengontrol jalannya rumah tangga, insya allah istri dan anak bisa menjalankan peran mereka masing-masing dengan benar.

Dari tiga tips di atas, diharapkan keluarga terencana yang dimaksud dapat terwujud. Maka rencanakan dengan baik kehidupan keluarga kita selanjutnya sebab seperti yang disampaikan di akhir perbincangan, “Gagal dalam berencana sama dengan merencanakan kegagalan” artinya bila rencana yang sudah disusun itu berantakan, maka manusia itulah yang menjadikan rencana itu gagal.

Wuih, lumayan berat ya bahasan saya kali ini, nulisnya aja sampai berhenti satu hari (curcol :p) kesimpulan saya sendiri adalah jika semua keluarga telah menjadi keluarga yang terencana, insya allah akan meminimalisir kejadian kejadian buruk yang sudah disebutkan sebelumnya. Maka sebagai penulis, pembaca, penonton, alangkah baiknya kita menggunakan filter untuk menyaring konten yang paling tepat bagi diri kita sendiri. Pilihlah tulisan, bacaan atau tontonan yang sifatnya mendidik. Jangan membagikan informasi yang kita sendiri tak tahu kebenarannya, menyebarkan berita tak baik sama dengan menyebarkan bibit penyakit di lingkungan sekitar kita.

Demikian sekilas informasi tentang Keluarga Terencana yang bisa saya sampaikan sebagai salah satu bahasan penting pada acara ini.

Oya, setelah acara ini nanti bakal ada blog competition loh yang bisa diikuti oleh seluruh blogger, syaratnya cukup memiliki akun di kompasiana dan menuliskan pemikiran anda di sana mengenai tema ini, “Membangun Kualitas Kesehatan Reproduksi dan Mental Remaja Indonesia” salam dua anak lebih baik! 😀

Day4: Di Suatu Hari

Di suatu hari di ruangan ini, ada gelak tawa yang kita buat bersama-sama dan akan jadi kenangan kita di masa tua

Di suatu hari di ruangan ini, ada teriakan keras yang kita sendiri sebenarnya tak ingin mengucapkannya dan tak pula mendengarnya

Di suatu hari di ruangan ini, ada remah-remah roti yang sengaja engkau tabur dan semut semut kecil yang menggelitiki kaki kita

Di suatu hari di ruangan ini,
tak ada lagi gelak tawa yang kita buat,
tak ada lagi teriakan yang tak ingin kita dengar,
dan tak ada lagi remah roti yang kau tabur

Yang ada hanyalah semut semut kecil yang membawa potongan-potongan ini ke dalam ingatan,
mencabik-cabiknya menjadi serpihan kenangan

Lalu kita larut dalam tawa yang bertaut mendung,
dalam tangisan yang mungkin tak berujung,
dalam kenangan yang tak ingin dilupakan.

Di suatu hari nanti…

#Day3: Teman Anji Official, A Group That Makes You in Line

Mumpung masih anget kayak kue lebaran yang baru keluar dari oven, kali ini mau ngomongin tentang Group Teman Anji Official. Apa itu?
Ihiw, dari namanya aja ini semacam fans base buat semua #temanAnji. Kalau dipersempit lagi ini wadahnya #temanAnji yang terdaftar dari seluruh penjuru mata angin untuk saling mengenal, berbagi, dan modus (hihihi…). Kalau ga suka terlalu sempit, bisa juga dilonggarin kok jadi sarana mendapatkan segala informasi mengenai Anji alias Manji. Nah, kalau kamu belum kenal Manji bisa liat di http://www.duniamanji.com atau postingan sebelumnya di sini

Sebelum saya cerita lebih jauh soal Teman Anji Official, saya mau cerita dulu sedikit tentang bagaimana saya bisa “terjebak” di dalam komunitas ini. Kalau orang bilang sih, kadang kita ga perlu alasan untuk jatuh cinta atau cinta suka datang tiba tiba. Artinya, iya saya dengan suka rela terjun bebas menyukai musisi yang satu ini. Rela ngurangin jatah buat beli baju lebaran cuma buat masuk di komunitas ini. Bayar? Enggak, kok. Sayanya aja yang lebay. Hehehe..

Kalau mau gabung ke friend zone #temanAnji yang terdaftar caranya gampang , kamu cukup punya satu aja gelang #temanAnji yang bisa kamu pesan di @toko_manji. Tinggal cari aja akunnya di IG, liat foto gelangnya, pilih satu yang kamu suka (diborong juga boleh) dan kalau kamu serius mau punya gelangnya tinggal ikuti format pemesanannya seperti foto di bawah ini,

image

Sip, ya… cukup jelas kok caranya. Abis itu kamu tinggal tunggu email atau chat balasan dari adminnya. Hal lain yang harus kamu biasakan adalah BERSABAR soalnya email, Line, dan WA yang masuk bisa ratusan setiap harinya. Pokoknya sambil nungguin balasan dari DIA, kamu bisa ngerjain hal seru lainnnya. Kalau kamu nge-cek handphone kamu tiap menit, ya bakalan terasa lama banget jadinya.

Kalau kamu udah dapat gelangnya, kamu bakal digabungin jadi satu di grup Line dan ketemu #temanAnji lainnnya.

image

Misalkan udah bergabung di grup ini ga usah malu malu, ketua kelasnya baik banget kok, semuanya udah kayak teman lama dan keluarga besarnya #temanAnji. Kenalan aja dulu, kali aja ketemu jodoh… 😀
Saya sendiri sih suka punya banyak teman dan keluarga baru, apalagi di sini kita semua sama sama sayang sama Manji dan keluarga besarnya. In Line gitu, sama. Selain nambah temen dan keluarga kamu juga bisa berinteraksi langsung sama Manzi (Saga mode: on), sesekali setiap harinya Manzi bakalan nyapa kita di sini. Bahagianya itu kayak disapa gebetan yang kita naksir…

Ga cuma batas situ, kok nanti kalau kamu udah jadi #temanAnji yang terdaftar, kamu punya akses khusus untuk ketemu Manji. Misalnya buka puasa bareng Manji di base camp atau ngobrol bareng Manji secara eksklusif setelah Manji manggung. Kayak gini (pinjem fotonya yaa #temanAnji)

image

image

Nah, kalau mau kayak gini juga, capcus ikuti langkah di atas. Gimana dengan #temanAnji yang di luar Ja Bo De Ta Bek? Tunggu kejutan dari Manji, selanjutnya!

Warning: this official group may makes your smartphone running out the battery life faster and don’t forget to turn off the notification if you wanna go sleep.

#Day2: Kalamansi, Satu Jeruk Sejuta Manfaat

image

Hai!
Ada yang pernah ke Bengkulu?
Udah coba Jeruk Kalamansi?
Pernah dengar tentang Sirup Kalamansi?
Yup! Kali ini mau bagiin cerita tentang tanaman satu ini. Jeruk Kalamansi atau bahasa ilmiahnya (Bahasa latin) Citrofortunella microcarpa ini banyak dibudidayakan di Bengkulu. Asalnya sendiri dari Republik Rakyat Tiongkok, tetapi banyak menyebar ke Asia Tenggara dan sekitarnya.

Jeruk Kalamansi ini sendiri rasanya asam dan berbau harum. Buah jeruk kalamansi memiliki kulit dengan permukaan halus dan berpori minyak, berwarna kuning, atau berwarna hijau kekuning-kuningan. Besarnya hanya berdiameter antara 3–4 cm. Unyu kan?

Jeruk Kalamansi (Inggris: calamondin atau calamansi; Melayu: limau kesturi) banyak dimanfaatkan oleh ibu-ibu di sini sebagai pelengkap rasa asam pada makanan. Terkadang digunakan juga sebagai penghilang bau amis untuk ikan. Bahkan bisa dimanfaatkan sebagai penghilang dan pencegah ketombe dan bau badan. Selain itu beberapa pedagang makanan atau rumah makan juga menggunakan jeruk Kalamansi sebagai bahan pembuat minuman jeruk.

Hasil olahan yang paling dikenal dari jeruk Kalamansi ini adalah Sirup Kalamansi. Bahkan Sirup Kalamansi sudah menjadi salah satu oleh-oleh khas dari Bengkulu selain Lempuk (dodol durian), manisan terong, Batik Basurek, dan kerajinan dari kulit lantung. Harga untuk Sirup Kalamansi cukup bervariasi, untuk ukuran satu liter (1000 ml) bisa mencapai 40.000 s.d. 50.000 rupiah, biasanya para produsen rumahan juga menyediakan ukuran yang lebih kecil, yaitu 500 ml dan 250 ml. Sehingga pembeli bisa memilih sesuai dengan kebutuhan.

Sebagai referensi penyajian, Sirup Kalamansi dapat disajikan dengan dua cara yakni hangat dan menambah batu es sehingga rasanya lebih segar. Bisa juga ditambahkan ke makanan atau minuman lainnnya untuk menambah cita rasa yang berbeda. Misalnya ditambahkan ke minuman kelapa muda atau menambahkan air perasan jeruk kalamansi ini ke dalam minuman teh hangat anda.

Nah, mau coba Sirup Kalamansi sebagai salah satu minuman untuk berbuka puasa? Dijamin rasanya pasti segar…

*referensi bacaan dan gambar: sirup kalamansi*

Finding Dory, Film yang Bikin Baper #Day1

“Kita mau ke mana, Bu?”
“Nonton bioskop”
“Film kukupanda (Kungfu Panda)?”
“Finding Dory, Adis. Nanti kita nonton sama Aunty Pi”
“Film apa?”
“Film ikan ikan”
“Ikan itu fish?”
“Iya. Finding Dory itu film ikan ikan. Ikan itu fish. Bener, pinter!”
“Besok Adis mau nonton kukupanda sama uncle ya Bu? Hari ini nonton film fish dulu”

Nah, gitu dramanya kalo ngajakin Andara ke bioskop. Entah kenapa DIA selalu ingat sama film Kungfu Panda yang ditontonnya sama uncle dan auntynya. Padahal setelah itu banyak film lain yang ia tonton, kayaknya berkesan sekali sama DIA.

Sebenarnya untuk urusan ke bioskop, biasanya yang ngajakin Andara ya aunty sama unclenya. Hampir semua film animasi mereka tonton. Ibu sama Bapaknya ya pacaran lagi. Hehehe…

Nah, pernah satu kali kita nyoba nonton bioskop bertiga. Filmnya Angry Bird 2. Senang dong Adis, soalnya jarang sekali nonton bareng bapak dan ibunya. Untung DIA ga rewel, nangis atau mau minta pulang seperti yang dikhawatirkan sebelumnya. Anaknya anteng banget, nonton sambil makan pop corn. Diajak ngobrol aja ga ngedip lagi. Sukses deh pokoknya acara nonton bioskop bareng.

Sip dong Adis sudah makin enak dibawa ke mana-mana. Nah, hari senin (20/06/2016) kemarin kita nonton bioskop lagi deh, Finding Dory. Kali ini cuma bertiga, Ibu, Adis, dan Aunty Pi. Bapaknya lagi lembur, sementara ibunya dapat rezeki liburan sekolah sebulan. Suntuk juga dong sebulan di rumah aja, makanya kita cari hiburan dengan biaya murah meriah.

Horeee! Film Finding Dory ini ceritanya bagus. Bikin baper. Ceritanya si Dory (ikan blu, kata Adis) teringat dengan orangtuanya dan ia memutuskan untuk mencari mereka. Ditemani Marlyn dan Nemo, mereka berpetualang. Namun, di tengah perjalanan mereka terpisah dan masing-masing memiliki cerita petualangan yang sungguh luar biasa. (Ntar kalau ditulis semua jadi spoiler)

Petualangan membawa mereka menemui teman-teman baru, ada gurita yang jagonya seperti Jackie Chan, ada si burung pembawa ember, ada si gendut singa laut dan teman-teman lama seperti si penyu berusia ratusan tahun, ikan paus yang cantik manja dan lain-lain.

Bagi saya, banyak hal mengharukan dari film ini, dimulai dari Dory yang terkenang ketika pertama kali ia terpisah dari orangtuanya sedangkan ia masih kecil dan sulit sekali mengingat apapun. Masih ingat kan di Film Finding Nemo bagaimana Dory seolah jadi badut lucu karena ia pelupa? Nah, di sini penyakit itu membuat ceritanya jadi mengharu biru. Dengan segala keterbatasannya Dory berusaha untuk terus bertahan hidup.

Ah, di tengah-tengah film Saya jadi melirik Andara. Bisakah ia nanti menghadapi dunia luar yang asing? Akankah ia menjadi seorang anak yang pemberani dan ceria seperti Dory? Ya, harapan saya begitu. Meski mungkin orangtuanya tak selalu bersamanya.

“Keep swimming, Dory!”
Berbuatlah sesuatu, kalahkan tantangan di hadapanmu. Tuhan selalu membantu dengan mengirim teman baik, saudara baru dan dunia yang indah. Apa yang dilakukan Dory ketika ia menghadapi kesulitan? Satu kuncinya, tidak menyerah. Hingga di akhir cerita, Dory akhirnya bertemu dengan orangtuanya di tempat terakhir mereka terpisah.

“Lihat! Kerang! Ada banyak kerang! Ikuti saja kerangnya dan kau akan dituntun kembali ke rumah.”

Ya, adalah orangtua yang selalu ingin hal terbaik untuk anaknya, adalah orangtua yang selalu ingin membantu anaknya dan merekalah orangtua yang sebenarnya, yang bersyukur dikaruniai kamu apa adanya, yang menuntun dan mengajarimu menjadi seorang dewasa. Mereka juga, orangtua yang menantimu di rumah tua mereka, menanti anak cucunya berkunjung dan berkumpul bersama…

“I see skies are blue, red roses too. I see they’re bloom for me and you and I think to myself, what a wonderful world”

#30harinulisrandom

Yup! Judulnya mau bikin proyek sendiri biar rajin nulis aja sih. Pake hestek #30harinulisrandom karena beberapa alasan berikut,
1. Anak sekolah libur dari tanggal 18 Juni s.d. 18 Juli yah kurang lebih kalo dihitung ada 30 hari

2. Blog ini sering banget diabaikan karena kesibukan yang ga tentu, jadi waktunya nulis lagi di sini. *bersihinsaranglabalaba*

3. Kenapa nulis random? Sebab aku orangnya random, alias bisa curcol apa aja. Jadi nanti isinya macem-macem yak, tergantung mood dan cerita hari itu.

Oke, dengan dipublikasikannya tulisan ini maka proyek #30harinulisrandom resmi DIMULAI!