Aku dan Taman Bunga

Sial! Lagi-lagi putus!
Doni, bekas pacarku malah memilih menikahi perempuan lain, mantan pacarnya. Aku dicampakan begitu saja. Tak ada beda seperti Dion mantanku yang dulu. Ia malah mencoba bunuh diri hanya karena tak mau dinikahkan padaku.

Padahal aku cantik, kaya raya, berpendidikan tinggi, punya rumah sendiri. Kurang apa coba?

“Kamu harusnya mengurangi hobimu duduk-duduk di taman bunga” ujar Sisi teman dekatku.

“Kenapa? Aku suka taman bunga. Indah. Harum. Banyak pasangan saling jatuh cinta menghabiskan waktunya di sini” balasku heran.

Ya, aku sangat mencintai taman bunga. Aku layaknya Princess Syahrini yang bisa dengan manja berkata “Banyak bunga-bunga” atau maju mundur cantik di sini dengan centilnya.

“Tapi kamu itu hantu, Hana. Mana mau mantan-mantanmu menikahimu? Kamu sudah mati. Titik!” Kata Sisi lagi.

Aku tertegun, apakah setelah jadi hantu tak boleh lagi jatuh cinta? Hai, tampan… Kau mau jadi kekasihku? Kalau iya, aku sekarang di belakangmu…

***

Flash Fiction ini ditulis untuk mengikuti program #FF2in1 dari www.nulisbuku.com di Facebook dan Twitter @nulisbuku

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s