Anak Sulit Makan? Ini Tipsnya

Haiii, Mak!
Setelah sekian lama perjuangan, akhirnya Andara sekarang sudah 18 bulan aja… Kali ini aku mau cerita beberapa tips yang aku pakai buat mengatasi Andara yang kadang susah makan. Sebenarnya dia ga begitu rewel soal makanan, hampir semua dia suka. Mulai dari buah, sayur, snack, gorengan, bubur, jus, susu, ikan, daging… Loh, lantas masalahnya apa? Nasi! Seringkali dia ga mau makan nasi. Padahal di Indonesia, makanan pokok karbohidratnya adalah nasi jadi ini beberapa tips yang aku pakai supaya Andara mau makan nasi, check it out! 😀

1. Bubur Jut

Ada yang tahu jenis bubur apa ini? Kalau ga tau ya wajar, soalnya bisa dibilang ini adalah resep warisan keluarga. (Gaya banget…) Padahal Bubur Jut ini cuma nasi yang dimakan pakai air gula. :p
Jadi, ikan dan lauk pauknya dimakan duluan. Nah, nasinya dibikin Bubur Jut. Cara buatnya gampang banget, masukan satu sendok makan gula pasir ke dalam gelas, tambahkan air secukupnya (kira-kira airnya jadi manis buah aja) tambahkan satu centong nasi putih hangat, aduk. Nah, Bubur Jut siap disantap! Tinggal disuapin deh pake sendok. Hmm… Yummy… Insyaallah, anak suka. Boleh juga kalau mau, air gulanya diganti dengan susu yang biasa diminum sang buah hati.

2. Selang seling

Nah, mamaman apa ini? 😀
Ini bukan makanan atuh tapi trik. Setiap anak pasti ada makanan yang dia suka, entah itu ikan, sayur, buah atau snack. Caranya, Ibu siapkan nasi dan menu makanan si kecil di piring. Siapkan juga makanan kesukaannya. Misalnya, kalau dia suka ikan atau wortel, atau jeruk. Tunjukan pada anak bahwa ibu ada nasi dan makanan kesukaannya, coba suapkan dulu pada anak nasi dan lauknya. Jika anak tidak mau dan merengek minta makanan favoritnya, bilang dengan lembut tetapi meyakinkan “Ibu bakal kasih kamu makanan ini kalau kamu mau makan nasi dulu” lalu suapkan nasi, biasanya anak akan segera membuka mulutnya lebar-lebar. Setelah itu berikan sedikit apa yang dia mau (misalnya satu potong kecil wortel). Begitu seterusnya, secara bergantian, nasi, makanan favorit, nasi, makanan favorit dan seterusnya. Jadi, pakai trik selang seling ini biasanya cukup ampuh supaya anak mau makan nasi.

3. Sendok Kerupuk

Heh? Sendok kerupuk? Apalagi nih? Ibu-ibu pasti tau kalau kebanyakan anak suka makan kerupuk. Sukanya kerupuk doang kan? Terus ibunya pusing karena mana ada gizinya coba kalau makan kerupuk aja? Duer! Jadi, trik selanjutnya ibu tinggal menyiapkan nasi dan lauk serta goreng beberapa kerupuk udang atau ikan ukuran kecil (misal kerupuk merk sam*dera). Kalau sudah siap semua, ibu cukup letakan nasi dan lauk secukupnya di atas kerupuk, tekan sedikit supaya nasinya ga berjatuhan. Tinggal panggil si kecil, “Ibu ada kerupuk loh, mau?” Nyam, nyam, nyam, anak langsung lahap deh makannya.

4. Variasikan Nasi

Iya, paling mudah nih. Kalau anak bosan makan nasi putih, variasikan aja nasinya. Bikin nasi goreng, nasi uduk, nasi kuning… Resepnya cari sendiri ya…
Atau kalau anak sudah mengerti dengan mie, campurkan saja nasi dengan tumis bihun. Beres deh, anak makan dengan senang. Ibu juga tenang…

Segitu aja ya, mak… Ceritanya soal Andara dan nasi. Hal yang penting kita perhatikan adalah gizi si kecil tercukupi. Bukan asal makan atau asal kenyang aja… Sampai jumpa di tulisan berikutnya. *cium-cium Andara*

Pahlawan yang Menanti Tanda Jasa

“Jadi kamu mogok ngajar? Kenapa?”

“Sertifikasi belum cair!”

“Hahahah… Kamu ini lucu. Gaji bulanan kan sudah ada?”

“Ada. Hanya menuntut hak yang seharusnya di dapat saja.”

“Maksudmu?”

“Yeah… Gue kan udah ngajar DUA PULUH EMPAT jam perminggu, sesuai syarat sertifikasi. Sudah bulan ke lima, seharusnya tunjangan sudah dibayar dong!”

“Terus?”

“Ya kalau ga dibayar-bayar ngapain gue ngajar?”

“Tapi kamu kan guru?”

“Iya. Gue sadar gue guru. Kalau ga dibayar tunjangannya seharusnya gue ga perlu ngajar dua puluh empat jam.”

“Lantas kamu mau mogok ngajar sampai tunjangan sertifikasi dibayar?”

“Yup. Kalau perlu demo dulu biar cepat cair”

“Hahahahaa.. Pak Guru, Pak Guru…”

***

Kudengar percakapan dua orang itu secara saksama. Aku tersenyum miris.
Seorang guru sertifikasi mogok mengajar karena tunjangannya belum cair. Kupandangi perempuan di depanku dengan iba. Masih tersisa basah di sudut matanya. Ucapannya barusan masih terngiang…

“Kau tahu? Hari ini Ananda tidak sekolah. Sakit, mungkin kelaparan! Sudah hampir satu semester honor mengajarku tak kunjung diberikan. Padahal aku mengajar pagi hingga petang, lebih dari dua puluh empat jam. Lebih dari para guru sertifikasi yang hanya mengajar di pagi hari. Besok mungkin aku mengundurkan diri dari sekolah itu!”

Selamat Pagi, Bu Guru…

“Selamat siang, Miss”
Aku menganggukan kepala membalas sapaan mereka.

Miss?
Entah mengapa para siswa di kelas ini lebih suka memanggil guru mereka dengan sebutan ‘Miss’ atau ‘Sir’ padahal aku bukanlah guru Bahasa Inggris. Lagipula ini bukan sekolah bertaraf internasional, sekolah standar nasional pun juga tidak.

“Lebih keren, Miss.. Seperti novel yang saya baca, film korea juga..”
Alasan mereka ketika kutanya.

“Panggil saya, Ibu” tegasku kala itu.

“Beri salam kepada Ibu Guru…”

“Selamat pagi, cik gu..”

Mataku membesar mendengar sapaan mereka. Apa-apaan ini? Memangnya aku gurunya Upin Ipin?

“Good morning, Miss”

“Goedemorgen”

“Bonjour”

“Selamat pagi, Bu..”

Kepalaku pening. Kelas ini benar-benar membuatku gila.

“Selamat pagi” jawabku ketus. Kulihat beberapa dari mereka cekikikan.

***

“Ibu? Bu Anna baik-baik saja?”
Suara itu samar kudengar. Kupandang lekat bayangan itu yang perlahan tampak jelas. Kepala sekolah!

Aku segera mengiyakan.

“Sudah siap ketemu anak-anak?” Tanyanya lagi. Tanpa menunggu jawabanku, ia membuka pintu itu lebar-lebar. Berpasang mata menatap ke arahku. Menyeringai seperti ingin menelanku hidup-hidup.

“Perkenalkan, ini guru baru kalian…”

“Selamat pagi Bu Guru…”
Sapa anak-anak itu sopan.
“Selamat pagi semua” senyumku mengembang, ternyata mereka tak seperti yang kubayangkan. Bukan makhluk asing yang berbahasa aneh seperti hayalanku semalam.