Nguping

“Pa, mau anak laki-laki atau anak perempuan?”

“Laki-laki dong, Ma…”

“Tapi, si Kakak udah cowok. Anak kedua kita cewek ya, Pah?”

“Hmm.. Papa lebih suka anak cowok, Ma. Kalau cewek susah jagainnya. Apalagi dengan perkembangan jaman yang makin edan. Tuh, mama lihat di televisi. Banyak kasus pemerkosaan bahkan di sekitar kita aja beberapa anak SMP ada yang hamil duluan…” Ucap Papa panjang lebar.

“Yah, papa. Ga gitu juga kali, asal kita beri bekal agama insyaallah anak kita baik-baik aja.”

“Pokoknya, Papa ga mau ma!”

Mama terdiam.

Aku yang sedari tadi menguping pembicaraan mereka merasa sedih. Padahal, baru saja aku menerima suratan bahwa aku nanti akan dilahirkan sebagai anak perempuan.

Yang Terdalam

Sudahlah Toyib, percuma kau kembali
Aku sudah begitu terluka
Dulu mungkin cinta itu buta, masih bersabar menunggu
Tapi kini membatu.

Aku sudah lupakan, sudah maafkan
Maka pergilah

Kau tak akan mampu menyelam ke palung terdalam
Riak ombak sudah terlalu menggembirakanmu

Toyib, saat ini kau hanya cerita fiksi
Fiksimini mungkin
Sejak kau kembali dan biarkan jendela itu memerah lagi

Dari aku yang menunggumu
Hanya untuk kehilangan nyawaku.

Terinspirasi dari Judul lagu Peterpan “Yang Terdalam” dan Fiksimini buatan sendiri saat #fmidol6

Si Buta dan Si Bisu

Si buta dan si bisu
Duduk berdekatan
Saling menunggu

Ah, indahnya rindu
Tanpa perlu dilihat
Ataupun diucap

Indahnya cinta
Tanpa bertatap
Dan mengungkap

Penuh hati oleh rasa
Cinta sungguh maha dahsyatnya
Ruang rindu tempat bertemu
Antara si buta dan si bisu

Terinspirasi dari salah satu Fiksimini favorit saya karya Ade Yusuf – @sibangor
RUANG RINDU – Si buta dan si bisu duduk berdekatan. Saling menunggu.