PARASIT

Dasar parasit! Bisa-bisanya segala sesuatu minta ditolongin.

“Ayank, ntar cariin materi buat makalah aku ya”

“Lagi sibuk ga? Aku dianterin ke mall dong, beb!”

“Sayang, sudah makan siang? Makan siang bareng yuk, aku kelaperan nih. Jemput ya?”

“Cinta, barusan aku liat tas Hermes. Mau…”

“Aku bete nih. Liburan nyok, my prince? Ke Puncak atau Singapore?”

Kepalaku pusing. Tenaga terkuras, dompetku bolong.

“Ya udah putusin aja” saran Doni, temanku.

“Gimana ya, Don. Aku bingung.”

“Bingung gimana? Kamu terlanjur sayang?”

“Ga gitu juga, sih…”

“Terus apa?”

“Aku bingung harus mutusin yang mana? Masa semuanya? Ntar aku jomblo lagi!”

Doni melengos pergi.
“Terserah kamu deh, Bro!” Ucapnya.

Bip.. Bip..

“Ayank, jemput aku udah selesai kuliah”

“Beb, jadi ga kita ke mall siang ini? Jadi ya, please…”

“Sayang, kamu tega biarin aku kelaperan. Ntar aku mati…”

“Kamu ga cinta sama aku. Kok ga bales sih kalau kamu mau beliin Tas Hermes atau ngga?”

“My Prince… Kita ga usah liburan ke Puncak atau Singapore, tapi ke Bali aja ya? :*”

Kumatikan handphoneku. Kubuang simcardnya. Nana, Misel, Raisa, Cika atau Loly?

Aku tak peduli, lebih baik aku balikan sama Doni…

Advertisements

2 thoughts on “PARASIT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s