SONETA: RINDU TERKATUNG

Malamkah kini tuanku?
Aku meraba-raba dalam gelap
Menggapai-gapai dalam harap
Merindu-rindu memecah bisu

Malamku, malammu, malam-malam para perindu
Menampar-nampar dada yang berdegup-degup
Mengecup hirup meletup-letup
Pecah, ruah bak tertusuk sembilu

Air mata tumpah-ruah membelah
Haus akan rindu dari cawan-cawan suka
Ya, tuan pecahlah hati membuncah

Rindu tak kunjung berjumpa rampung
Meraung-raung perawan dirajam rasa
Malam ini tubuh molek ditemukan tergantung

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s