08-Sekian-Sekian

BOOM!
Seperti ledakan kembang api yang meletup-letup, ketika mataku beradu pandang di raut wajahmu.
Kau, pramusaji di restauran Jepang bergaya bak geisha yang menghibur kaisar.
Aku, satu-satunya kaisar yang benar-benar jatuh hati pada budaknya.

Semalam, dua malam, … , tujuh malam berturut-turut dan ini malam terakhirku di kota ini. Kuberanikan mendekat, menyelipkan tips di sela-sela jemarinya. Dahinya sedikit berkerut, lembaran itu seharga makanan yang kupesan.

Semoga ia melihat angka-angka yang ku tulis di sana. Berharap ia akan menghubungi…

Senyumnya mengembang, dadaku berdesir, berlomba dengan derap jantung melihat bibir merah mungilnya terbuka, hendak mengucap kata…
“Mas… Ini nomor hpnya kosong delapan sekian sekian? Gitu aja?”
Aku melongo, memandang tulisanku: 08-Sekian-Sekian

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s